๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Bab ini membahas penggunaan Keigo (bahasa hormat) praktis dalam situasi kerja di Jepang. Pembaca akan mempelajari pembentukan Kenjougo (bahasa merendahkan diri) menggunakan pola ใ/ใ~ใใ/ใใใ serta cara memohon bantuan secara sopan. Bab ini juga mengenalkan kanji dan kosakata penting yang sering digunakan dalam komunikasi bisnis sehari-hari.
Siap naik level ke dunia profesional Jepang? Di bab ini, kita akan menguasai Kenjougo (ekspresi rendah hati) untuk menceritakan tindakan sendiri kepada atasan atau klien dengan sopan. Kamu juga akan belajar cara meminta bantuan menggunakan pola permohonan halus yang alami dan disukai di lingkungan kerja Jepang.
Pola tata bahasa Kenjougo (rendah hati) untuk kata kerja Golongan 1 (Gojuon) dan Golongan 2 (Ichidan). Digunakan saat Anda melakukan suatu tindakan yang ditujukan untuk menghormati atau membantu orang dengan posisi sosial lebih tinggi (klien, atasan, tamu). Tindakan diri sendiri diturunkan demi meninggikan posisi lawan bicara. Langkah pembentukan: 1. Ubah kata kerja ke bentuk ใพใ (masu), lalu buang akhiran 'ใพใ'. 2. Tambahkan awalan ใ (o-) di depan sisa kata kerja tersebut. 3. Akhiri dengan ใใ (sopan standar) atau ใใใใพใ (sangat sopan/formal). Catatan: Bentuk ใใใใพใ jauh lebih rendah hati dibanding ใใ dan sangat direkomendasikan dalam komunikasi bisnis tertulis maupun lisan.
Contoh Kalimat (Examples)
Nimotsu o omochi shimasu.
Saya bawakan barang bawaan Anda.
Koko de shachou o omachi itashimasu.
Saya akan menunggu Direktur di sini.
Pola Kenjougo khusus untuk kata kerja Golongan 3 yang berbasis Kango (kata majemuk asal Tiongkok yang menggunakan ใใ, seperti ้ฃ็ตก, ็ดนไป, ๆกๅ ). Pola ini merendahkan tindakan Anda demi menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara. Langkah pembentukan: 1. Ambil kata benda sebelum partikel ใใ. 2. Tambahkan awalan ใ (go-) di depan kata benda tersebut. 3. Akhiri dengan ใใ atau ใใใใพใ. Pengecualian: Beberapa kata kerja berbasis kanji tunggal atau yang sangat membumi di Jepang tetap menggunakan awalan ใ (o-), contohnya ้ป่ฉฑใใพใ menjadi ใ้ป่ฉฑใใพใ / ใ้ป่ฉฑใใใใพใ.
Contoh Kalimat (Examples)
Ashita, sukejuuru o gorenraku shimasu.
Besok, saya akan menghubungi Anda mengenai jadwalnya.
Atarashii sutaffu o goshoukai itashimasu.
Saya akan memperkenalkan staf yang baru.
Pola permohonan tingkat tinggi untuk meminta lawan bicara melakukan suatu tindakan demi kepentingan kita (setara dengan 'Apakah Anda berkenan untuk...' atau 'Dapatkah saya memohon Anda untuk...'). Langkah pembentukan: 1. Ubah kata kerja ke bentuk ใฆ (te). 2. Gabungkan dengan akhiran ใใใ ใใพใใ atau ใใใ ใใพใใใ. Catatan Penting: Bentuk negatif tanya ~ใใใ ใใพใใใ terkesan jauh lebih sopan dan santun karena memberikan ruang psikologis bagi lawan bicara untuk menolak secara halus tanpa merasa tidak nyaman.
Contoh Kalimat (Examples)
Shiryou o kopii sasete itadakemasu ka.
Bolehkah Anda mengizinkan saya memfotokopi dokumen ini?
Mou ichido setsumei shite itadakemasen ka.
Bisakah Anda menjelaskan sekali lagi?
Uchi dan Soto dalam Keigo
Keigo di dunia kerja Jepang dikendalikan oleh konsep sosiolinguistik Uchi (dalam/anggota kelompok sendiri) dan Soto (luar/orang luar atau klien). Saat Anda berbicara dengan klien (Soto), seluruh rekan kerja satu instansi otomatis dianggap sebagai bagian dari Uchi. Maka dari itu, Anda wajib menggunakan Kenjougo (bahasa rendah hati) untuk merujuk pada tindakan rekan kerja atau bahkan direktur perusahaan Anda sendiri di hadapan klien. Memakai Sonkeigo (bahasa hormat) untuk menyebut bos sendiri di depan pihak luar dianggap sebagai kesalahan fatal yang tidak profesional.
Tanaka: Bapak Sato, terima kasih banyak telah berkenan hadir hari ini. Mari saya antar menuju ke ruang rapat. Sato: Terima kasih. Bolehkah saya melihat dokumen untuk hari ini? Tanaka: Baik, akan segera saya ambilkan. Mohon tunggu sebentar.