๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Bab 38 pelajari cara bandingkan sesuatu dan batasi pilihan. Fokus pada pola tata bahasa ใ, ใใ, ใฐใใ, ใปใฉใชใ, dan ใฎใใกใงใใใกใฐใ. Pelajari juga kanji ่ตฐ, ้, ๅค serta kosakata penting N4.
Yuk, kuasai empat keahlian penting tingkat N4 ini: 1. Bandingkan banyak hal menggunakan 'ใฎใใกใงใใใกใฐใ' (paling/ter-). 2. Batasi pilihan secara dramatis dengan 'ใใ' dan 'ใฐใใ'. 3. Susun alasan kuat berturut-turut pakai 'ใ'. 4. Bandingkan tingkat kesamaan objek dengan pola 'ใปใฉใชใ'.
Menghubungkan beberapa alasan setara untuk melatarbelakangi suatu keputusan atau keadaan. Pola ini memberi kesan 'tidak hanya ini, tapi juga itu'. Cara pakai: 1. Kata Kerja / Kata Sifat-i (Bentuk Biasa) + ใ 2. Kata Sifat-na / Kata Benda (Bentuk Biasa, akhiran ใ ) + ใ Sering dipakai saat menceritakan keluh kesah atau memperkuat argumen.
Contoh Kalimat (Examples)
Ano senpai wa sugoi shi, yasashii shi, ninki ga arimasu.
Senior itu hebat, ramah, dan populer.
Kono inaka wa fuben da shi, shigoto mo nai shi, tokai he ikitai desu.
Desa ini tidak praktis, pekerjaan juga tidak ada, saya ingin pergi ke kota.
Menyatakan pembatasan ekstrem bahwa tidak ada pilihan lain. Wajib diikuti kata kerja atau kata sifat bentuk negatif (๏ฝใชใ) di akhir, namun artinya tetap positif (hanya/saja). Pola ini secara psikologis menunjukkan perasaan kurang puas, kecewa, atau merasa jumlah tersebut tidak cukup dari sudut pandang pembicara.
Contoh Kalimat (Examples)
Oyu ga sukoshi shika nai kara, shitagi wo araemasen.
Karena air panas hanya ada sedikit, tidak bisa mencuci pakaian dalam.
Jikan ga nai node, juppun inai shika matemasen.
Karena tidak ada waktu, saya hanya bisa menunggu kurang dari 10 menit.
Menggunakan partikel sambung 'ใ' berulang kali (dua kali atau lebih) untuk menegaskan rentetan sebab yang saling mendukung. Pola ini menggambarkan situasi kumulatif: 'sudah A, ditambah lagi B, makanya terjadilah C'. Semua klausa penyusun wajib diubah ke dalam bentuk biasa (plain form) sebelum ditempelkan dengan 'ใ'.
Contoh Kalimat (Examples)
Ano koumuin wa yoku warau shi, ude mo ii shi, hyouban ga ii desu.
Pegawai negeri itu sering tertawa dan kemampuannya bagus, reputasinya baik.
Tengki yohou mo warui shi, guai mo yokunai shi, kyou wa dekakemasen.
Prakiraan cuaca buruk dan kondisi badan juga tidak baik, hari ini tidak pergi luar.
Digunakan untuk membandingkan tiga objek atau lebih dalam lingkup kelompok yang sama guna menentukan mana yang menduduki peringkat teratas (paling/ter-). Struktur kalimatnya: [Kelompok/Kategori] + ใฎใใกใง (di antara...) + [Subjek] + ใใใกใฐใ (paling/nomor satu) + [Kata Sifat].
Contoh Kalimat (Examples)
Katta sofuto no uchi de, kore ga ichiban mezurashii desu.
Di antara software yang saya beli, ini yang paling langka.
Gakkou no kougi no uchi de, nihongo no kurasu ga ichiban omoshiroi desu.
Di antara kuliah di sekolah, kelas bahasa Jepang yang paling menarik.
Menunjukkan bahwa suatu hal atau aktivitas dilakukan secara terus-menerus atau mendominasi keadaan hingga mengesampingkan hal lain. Pola ini hampir selalu membawa nuansa negatif, kejengkelan, atau kritik dari pembicara (berarti 'melulu' atau 'hanya... saja'). Formula: 1. [Kata Benda] + ใฐใใ 2. [Kata Kerja bentuk -te] + ใฐใใใใ (melakukan aktivitas itu-itu saja).
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa konpyuuta de geemu bakari shite imasu.
Dia bermain game melulu dengan komputer.
Musume wa arubaito bakari shite ite, benkyou shimasen.
Anak perempuan saya kerja paruh waktu melulu dan tidak belajar.
Digunakan untuk membandingkan dua objek (A dan B) untuk menyatakan bahwa tingkat kualitas atau kondisi Subjek A tidak setinggi atau tidak menyamai Subjek B. Wajib diakhiri predikat negatif. Pola kalimat: [Subjek A] ใฏ [Subjek B] ใปใฉ + [Kata Sifat Negatif] (artinya: A tidak se-[kata sifat] B).
Contoh Kalimat (Examples)
Kono tokkyuu wa shinkansen hodo hayaku nai desu.
Kereta ekspres terbatas ini tidak secepat Shinkansen.
Inaka wa kougai hodo nigiyaka de wa nai desu.
Desa tidak seramai pinggiran kota.
Mau jago menulis kanji Jepang tanpa pusing? Yuk, pelajari urutan goresan stroke-by-stroke dan trik cara baca (Onyomi & Kunyomi) terlengkap langsung dari menu Kanji NihongoRoute!
Gaya Kerja Paruh Waktu (Arubaito)
Di Jepang, kerja paruh waktu atau 'arubaito' (biasa disingkat 'baito') bukan sekadar sarana mencari uang saku tambahan bagi pelajar. Baito adalah media krusial untuk melatih kemandirian finansial, kedisiplinan tingkat tinggi, serta membiasakan diri dengan etika bisnis formal Jepang (seperti penggunaan bahasa hormat Keigo dan tata krama melayani pelanggan) sebelum terjun langsung ke dunia kerja setelah lulus kuliah.
Tanaka: Kak Senior, ayo kita lari lewat jalan ini biar bisa segera menanyakan lokasi kantor polisi itu. ๅ ่ผฉ: Hati-hati, lho. Nggak elok dilihat kalau lari-laki begitu. Tuh, ada orang yang memperhatikan kita dari atas atap. Tanaka: Tapi, waktu janjian kita cuma tersisa kurang dari 10 menit saja! ๅ ่ผฉ: Tenang saja. Daripada terburu-buru, mari kita pakai taksi. Oh ya, sebelum ke kantor polisi, tolong bungkus dulu oleh-oleh ini dengan kertas ini. Tanaka: Baik, saya mengerti. Kertas yang di rak itu, kan? Omong-omong, apakah jam untuk berkunjung menemui guru hari ini sudah ditentukan? ๅ ่ผฉ: Iya, sudah ditentukan kok.