🌀
Menginisialisasi NihongoRoute
Kuasai tata bahasa N1 tentang metode dan latar belakang tindakan di Bab 18 NihongoRoute. Tingkatkan kosakata dan kanji tingkat mahir kamu sekarang.
Setelah menguasai konsep batas akhir dan keterpaksaan di Bab 17, sekarang kamu akan melangkah lebih jauh untuk mengungkapkan cara dan alasan di balik suatu tindakan. Bab 18 ini mengajakmu memahami metode serta motivasi melakukan sesuatu lewat ekspresi tingkat tinggi seperti ~をもって dan ~を尻目に.
• Kamu bisa menjelaskan metode pelaksanaan sesuatu memakai ekspresi formal N1 seperti ~をもって.
• Kamu bisa mengungkapkan latar belakang tindakan yang mengabaikan situasi sekitar dengan tata bahasa ~を尻目に.
• Kamu bisa menguasai 40 kosakata baru level N1 untuk penulisan sastra dan ujian resmi.
• Kamu bisa mengenali dan menulis 15 kanji khusus N1 terkait metode serta motivasi.
Tata bahasa ini digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu memiliki nuansa, gaya, atau kecenderungan yang mirip dengan kata yang mendahuluinya (seolah-olah atau berbau seperti...). Biasanya digunakan dalam gaya penulisan sastra atau formal untuk menggambarkan suasana.
Contoh Kalimat (Examples)
Kanojo wa nazomekashita taido de, obāsan kara no okurimono no tsutsumi wo assari to aketa.
Dengan sikap yang berbau misterius, dia membuka begitu saja bingkisan hadiah dari neneknya.
Sonna hinikumeita iikata de tanin wo hiyakasu no wa yamenasai.
Hentikan menggoda orang lain dengan cara bicara yang berbau sindiran seperti itu.
Menunjukkan metode, sarana, atau instrumen yang digunakan untuk melakukan sesuatu (dengan/menggunakan), atau menandai batas waktu formal ketika suatu keadaan berakhir atau dimulai (per tanggal/dengan ini). Ini adalah ekspresi sangat formal.
Contoh Kalimat (Examples)
Honjitsu no kaigi wo motte, kono furui kōjō no sonzoku ni kansuru giron wo shūryō shimasu.
Dengan rapat hari ini, kami mengakhiri diskusi mengenai kelangsungan hidup pabrik tua ini.
Kichōmen na shunin wa, seijitsusa wo motte gyōmu wo enkatsu ni susumeta.
Kepala bagian yang teliti itu memajukan pekerjaan dengan lancar menggunakan ketulusannya.
Digunakan ketika satu tindakan dilakukan dengan memiliki dua tujuan sekaligus. Diartikan sebagai 'sekaligus untuk...' atau 'sambil...'. Sering digunakan saat melakukan perjalanan, kunjungan, atau aktivitas sosial.
Contoh Kalimat (Examples)
Atarashii garēji no shisatsu wo kanete, nairiku no bessō he doraibu ni itta.
Sekaligus untuk meninjau garasi yang baru, saya pergi berkendara ke vila di pedalaman.
Sanpo wo kanete, furonto he kagi no uketori ni ikimashō.
Sambil jalan-jalan santai, mari kita pergi ke meja resepsionis untuk mengambil kunci.
Menunjukkan situasi di mana seseorang berada tepat di hadapan seseorang, sesuatu, atau menjelang suatu peristiwa penting. Pola ini menyoroti sikap, perasaan, atau reaksi mental pelaku menghadapi kondisi tersebut.
Contoh Kalimat (Examples)
Dan no ue ni tatsu shunin wo mae ni shite, kare wa kinchō wo kakusenatta.
Di hadapan kepala bagian yang berdiri di atas mimbar, dia tidak bisa menyembunyikan ketegangannya.
Dohyō ni agaru chokuzen wo mae ni shite, rikishi-tachi wa fukaku ichirei shita.
Menjelang naik ke arena sumo, para pesumo membungkuk hormat dengan dalam.
Digunakan ketika seseorang melakukan suatu tindakan dengan mengabaikan, tidak memedulikan, atau meremehkan situasi sekitar, peringatan orang lain, atau pandangan publik. Berasal dari kata 'shirime' (melihat dengan sudut mata/melirik sinis).
Contoh Kalimat (Examples)
Jinushi no keikoku wo shirime ni, otoko wa kabe kara posutā wo hagashita.
Tanpa memedulikan peringatan tuan tanah, pria itu mengelupas poster dari dinding.
Inflation ni yoru bukka jōshō wo shirime ni, ano mise wa kōkyūniku no senryōtekina hanbai wo tsuzuke ta.
Mengabaikan kenaikan harga akibat inflasi, toko itu terus melakukan penjualan daging berkualitas tinggi secara eksklusif (mendominasi).
Berikut adalah kanji tingkat N1 yang menjadi fokus pada bab ini. Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi secara mendalam di halaman modul Kanji khusus.
Konsep 'Shirime' (尻目) dalam Komunikasi Jepang
Pola tata bahasa '~wo shirime ni' merefleksikan nilai sosial di Jepang yang sangat memperhatikan pandangan orang sekitar (seken). Melirik dengan sudut mata (shirime) lalu tetap melanjutkan tindakan egois menunjukkan sikap menentang harmoni sosial (wa). Dalam konteks profesional atau sosial, melakukan sesuatu 'wo shirime ni' biasanya berkonotasi negatif atau menunjukkan ketegasan luar biasa yang menabrak norma.
Tuan Tanah: Kamu, apa kamu mencoba melepas baut garasi tua itu dengan alat pengganti? Pekerjaan seperti itu sangat berbahaya. Kamu harus mengupayakan usaha untuk mencegah musibah yang tidak diinginkan. Kepala Bagian: Mohon maaf. Namun, meratapi kekurangan anggaran saja tidak akan memulai apa pun. Demi kelangsungan pekerjaan yang lancar, kami berusaha keras secara bergiliran. Tuan Tanah: Aku mengakui sifat telitimu, tapi sikap mengabaikan langkah keselamatan terpaksa harus kupersalahkan. Demi menjaga hubungan kerja sama yang harmonis, mohon utamakan keselamatan ya. Staf Resepsionis: Di hadapan diskusi Anda berdua, saya punya saran yang elok. Saat menerima kunci garasi tua milik Nenek, saya bisa sekalian menyerahkan peralatan yang tepat untuk Anda.