Kedua tata bahasa ini digunakan untuk membuat kalimat konsesif (pengandaian). Meskipun sering kali dapat saling menggantikan, terdapat perbedaan nuansa yang sangat penting untuk dipahami pada tingkat kemahiran lanjutan:
- ~としても (to shitemo): Lebih berfokus pada pengandaian hipotetis yang belum terjadi atau kecil kemungkinannya terjadi (fokus pada hipotesis "seandainya"). Struktur ini sering dipasangkan dengan kata keterangan seperti 'tatoe' (たとえ) untuk memperkuat arti pengandaian.
- ~にしても (ni shitemo): Lebih menekankan pada sikap pembicara yang menerima atau mengakui suatu kenyataan (baik yang sudah terjadi maupun yang mungkin terjadi), namun menegaskan bahwa penilaian, kewajiban, atau sikap pembicara di klausa kedua tetap berlaku secara mutlak.
⚠️Perangkap / Kesalahan Umum:
- Jangan lupa menambahkan kopula "da" (だ) atau "de aru" (である) sebelum "tosheetmo" atau "nishitemo" saat menggunakan Kata Benda atau Kata Sifat-na. Contoh salah: Gakusei toshitemo (学生としても) -> Benar: Gakusei da toshitemo (学生だとしても).
- Hindari menggunakan "ni shitemo" untuk pengandaian yang sepenuhnya mustahil, khayalan belaka, atau tidak realistis.