Digunakan untuk mengekspresikan bahwa suatu kondisi atau tindakan di klausa pertama tidak akan memengaruhi, mengubah, atau menghasilkan dampak berarti pada klausa kedua. Sering kali mengandung nuansa kepasrahan, frustrasi, kekesalan, atau keyakinan kuat pembicara bahwa usaha yang dilakukan akan sia-sia.
### Aturan Penggunaan dan Konjugasi
- Kata Kerja: Ubah ke bentuk lampau (
-ta / -da), lalu tambahkan って (tte).
- Contoh: 諦める (akirameru) -> 諦めたって (akiramatatte)
- Contoh: 急ぐ (isogu) -> 急いだって (isoidatte)
- Kata Sifat -i: Buang akhiran
-i, tambahkan くたって (kutatte).
- Contoh: 忙しい (isogashii) -> 忙しくたって (isogashikutatte)
- Kata Sifat -na: Tambahkan
だって (datte) langsung setelah kata dasar.
- Contoh: 不得意 (futokui) -> 不得意だって (futokui datte)
- Kata Benda: Tambahkan
だって (datte) setelah kata benda.
- Contoh: 素人 (shirouto) -> 素人だって (shirouto datte)
### Perbandingan Nuansa
- 〜ても / 〜たとしても (Netral/Formal): Cocok untuk tulisan ilmiah, presentasi bisnis, dan pidato resmi.
- (っ)たって (Kasual/Sangat Informal): Hanya digunakan dalam komunikasi lisan sehari-hari dengan rekan kerja sebaya, teman dekat, atau keluarga. Penggunaan dalam rapat bisnis resmi akan dianggap tidak sopan.
### ⚠️ Perangkap / Kesalahan Umum
- Jangan gunakan bentuk ini dalam dokumen tertulis formal (surat bisnis, esai akademis) atau saat berbicara dengan atasan (keigo).
- Hindari salah konjugasi pada kata kerja golongan 1 (Godan) yang mengalami perubahan bunyi (seperti isogu menjadi isoidatte, bukan isogitatte).