Menginisialisasi NihongoRoute
Menyatakan 'hanya/melulu' (melakukan sesuatu terus-menerus) atau 'baru saja' (aksi selesai dilakukan secara subjektif).
Menyatakan aktivitas yang dilakukan terus-menerus hingga menimbulkan kesan berlebihan atau negatif (melulu/hanya). Gunakan bentuk [Kata Kerja Bentuk -te] + ばかり + いる atau [Kata Benda] + ばかり. 2. Menyatakan kejadian yang baru saja selesai terjadi berdasarkan sudut pandang subjektif pembicara. Gunakan bentuk [Kata Kerja Bentuk -ta] + ばかり.
Jangan tertukar antara たばかり (ta bakari) dan たところ (ta tokoro). Gunakan たばかり jika baru terjadi menurut perasaan subjektif Anda (meski sudah lewat beberapa hari atau minggu). Gunakan たところ jika aksi benar-benar selesai secara objektif beberapa detik atau menit yang lalu.
一体全体、どうして建てたばかりの家を売却してしまったんだい。
あなたの妹はいつも自分の夫のことで文句ばかり言っている。
無鉄砲で子供の時から損ばかりしている。
どの学校であっても、体操着は、スパッツやハーフパンツばかりだ。
Seolah-olah ingin mengatakan atau seolah-olah hendak melakukan sesuatu melalui sikap, tindakan, atau ekspresi wajah tanpa menyatakannya secara verbal.
Menunjukkan tren atau situasi yang secara konsisten terus berubah ke satu arah, hampir selalu mengarah ke kondisi yang negatif atau memburuk (terus-menerus ...).
Bukan hanya... bahkan/malah... (menunjukkan kondisi yang tidak hanya berhenti pada satu hal, tetapi diikuti oleh hal lain yang lebih ekstrem atau di luar dugaan).
Bukan hanya... (tetapi juga... / bahkan...)
Baru saja selesai melakukan sesuatu (berdasarkan sudut pandang atau perasaan subjektif pembicara, meskipun waktu kejadian sebenarnya sudah lama berlalu).
Hanya, melulu, selalu saja, atau terus-menerus (digunakan untuk menunjukkan tindakan atau jumlah yang berlebihan sehingga menimbulkan kesan negatif, kesal, atau tidak puas).
Seakan-akan hampir...; Seolah-olah segera melakukan... (Menunjukkan kondisi, ekspresi, atau sikap ekstrem yang sangat kuat sehingga terlihat seperti akan melakukan suatu tindakan saat itu juga).
Seolah-olah mengatakan / seakan-akan ingin berkata (menunjukkan sikap, gerak-gerik, atau ekspresi seseorang yang sangat jelas mengisyaratkan suatu ucapan atau maksud tertentu tanpa mengatakannya secara lisan).
Seolah-olah hampir atau seakan-akan mau (menunjukkan keadaan atau ekspresi yang sangat ekstrem hingga hampir melakukan suatu tindakan nyata).
Seolah-olah hampir... / Menunjukkan kondisi ekstrem yang seakan-akan segera terjadi (padahal sebenarnya belum atau tidak terjadi saat itu).
Hanya gara-gara... / Hanya karena... (mengakibatkan hasil buruk yang sangat disesalkan atau merugikan).
Menunjukkan tren atau keadaan yang terus-menerus berubah ke satu arah tertentu, hampir selalu mengarah ke kondisi yang negatif, memburuk, atau merosot tanpa ada tanda-tanda perbaikan.
Tidak hanya... tetapi juga... (digunakan untuk menunjukkan adanya hal lain yang setara atau tingkatannya lebih ekstrem dalam situasi formal atau tulisan).
Hanya karena (menyatakan penyesalan, kekecewaan, atau kemarahan mendalam atas hasil buruk yang dipicu oleh satu penyebab sepele).
Menunjukkan tren atau keadaan yang terus-menerus berubah ke satu arah tertentu, hampir selalu mengarah ke kondisi yang negatif, memburuk, atau merosot tanpa ada tanda-tanda perbaikan.
Seolah-olah hampir atau seakan-akan mau (menunjukkan keadaan atau ekspresi yang sangat ekstrem hingga hampir melakukan suatu tindakan nyata).
Seolah-olah ingin mengatakan atau seolah-olah hendak melakukan sesuatu melalui sikap, tindakan, atau ekspresi wajah tanpa menyatakannya secara verbal.
Bukan hanya... bahkan/malah... (menunjukkan kondisi yang tidak hanya berhenti pada satu hal, tetapi diikuti oleh hal lain yang lebih ekstrem atau di luar dugaan).
Seolah-olah hampir... / Menunjukkan kondisi ekstrem yang seakan-akan segera terjadi (padahal sebenarnya belum atau tidak terjadi saat itu).
Seakan-akan hampir...; Seolah-olah segera melakukan... (Menunjukkan kondisi, ekspresi, atau sikap ekstrem yang sangat kuat sehingga terlihat seperti akan melakukan suatu tindakan saat itu juga).
Seolah-olah mengatakan / seakan-akan ingin berkata (menunjukkan sikap, gerak-gerik, atau ekspresi seseorang yang sangat jelas mengisyaratkan suatu ucapan atau maksud tertentu tanpa mengatakannya secara lisan).
Hanya, melulu, selalu saja, atau terus-menerus (digunakan untuk menunjukkan tindakan atau jumlah yang berlebihan sehingga menimbulkan kesan negatif, kesal, atau tidak puas).
Menunjukkan tren atau situasi yang secara konsisten terus berubah ke satu arah, hampir selalu mengarah ke kondisi yang negatif atau memburuk (terus-menerus ...).
Tidak hanya... tetapi juga... (digunakan untuk menunjukkan adanya hal lain yang setara atau tingkatannya lebih ekstrem dalam situasi formal atau tulisan).
Bukan hanya... (tetapi juga... / bahkan...)
Hanya gara-gara... / Hanya karena... (mengakibatkan hasil buruk yang sangat disesalkan atau merugikan).
Hanya karena (menyatakan penyesalan, kekecewaan, atau kemarahan mendalam atas hasil buruk yang dipicu oleh satu penyebab sepele).
Baru saja selesai melakukan sesuatu (berdasarkan sudut pandang atau perasaan subjektif pembicara, meskipun waktu kejadian sebenarnya sudah lama berlalu).