Menginisialisasi NihongoRoute
Tidak perlu... / Tidak usah...
Nuansanya cenderung subjektif, sering kali digunakan untuk menyemangati (misalnya: tidak perlu menangis/khawatir) atau memberi nasihat kuat.
Perbedaan Nuansa:
Berbeda dengan '~ nakute mo ii' (なくてもいい) yang menyatakan ketiadaan kewajiban secara objektif, '~ koto wa nai' lebih menekankan pada penilaian subjektif pembicara bahwa tindakan tersebut tidak memiliki nilai atau urgensi untuk dilakukan dalam situasi tersebut.
Jangan tertukar dengan bentuk lampau '[Kata Kerja Bentuk -ta] + ことはない' (contoh: itta koto wa nai). Bentuk lampau tersebut memiliki arti yang sangat berbeda, yaitu 'tidak pernah melakukan...' (menyatakan pengalaman). Pastikan selalu menggunakan kata kerja bentuk kamus (present/future) sebelum 'koto wa nai' untuk menyatakan 'tidak perlu'.
Bisa atau mampu melakukan sesuatu (menyatakan kemampuan fisik, keahlian, atau kemungkinan dalam situasi tertentu).
Mengubah kata sifat-na menjadi kata benda abstrak untuk menyatakan keadaan, fakta, atau hal yang memiliki karakteristik sifat tersebut.
Bukan berarti tidak... / Bukannya tidak... (sebenarnya bisa atau mungkin dilakukan, tetapi ada keraguan, keengganan, atau syarat tertentu).
Berarti bahwa... / Kabarnya... / Katanya...
Digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang 'pernah melakukan' atau 'memiliki pengalaman' melakukan suatu hal di masa lalu. Ini adalah cara umum untuk membicarakan pengalaman hidup dalam bahasa Jepang, berbeda dengan sekadar menyatakan kejadian lampau.
Bukan hanya [A] yang sudah jelas wajar atau penting, tetapi [B] juga sama pentingnya atau bahkan lebih ditekankan lagi.
Seperti biasa / Sebagaimana halnya (menunjukkan keadaan atau perbuatan yang selalu terjadi berulang kali sehingga sudah diperkirakan sebelumnya).
Pantas saja... / Tidak sia-sia... / Sebanding dengan...
Pernah melakukan sesuatu (memiliki pengalaman di masa lalu).
Bukan hanya (hal yang sudah sewajarnya/jelas), tetapi juga (hal lain yang setara atau bahkan lebih ekstrem).
Hanya perlu melakukan tindakan tersebut sebagai jalan keluar terakhir, atau tidak ada pilihan lain selain melakukan hal itu demi mengatasi situasi.
Karena (karakter, sifat, atau kebiasaan khas) seseorang, maka sudah pasti atau kemungkinan besar...
Diputuskan bahwa... / Telah menjadi aturan bahwa... (menyatakan keputusan yang dibuat oleh pihak luar, situasi, atau aturan sosial, bukan kehendak pribadi)
Digunakan untuk menyatakan bahwa kejadian yang mengikuti memicu emosi subjektif tertentu bagi pembicara. Artinya: 'Yang membuat [perasaan] adalah...' atau 'Betapa [perasaan] bahwa...'.
Sebaiknya... / Ada baiknya... (Digunakan untuk memberikan saran kuat, rekomendasi, atau nasihat tentang hal terpenting yang harus dilakukan dalam situasi tertentu).
Dari semua hal, orang, waktu, atau tempat yang ada (digunakan untuk mengekspresikan kejengkelan, keheranan mendalam, atau penyesalan atas terjadinya suatu peristiwa buruk yang sangat tidak terduga).
Menunjukkan bahwa suatu hal sama sekali tidak dapat terwujud atau terjadi jika syarat mutlak yang dinyatakan di depannya tidak dipenuhi terlebih dahulu.
karena / disebabkan oleh (digunakan dalam situasi sangat formal untuk memohon pemakluman, pengertian, atau meminta maaf atas suatu keadaan yang tidak dapat dihindari).
Memutuskan untuk... (membiasakan diri melakukan sesuatu secara rutin atas keputusan sendiri)
Karena (alasan objektif/fakta)... / Berdasarkan fakta bahwa... / Mengingat bahwa...
Jika tidak... (maka tidak akan/tidak bisa...) atau Kecuali jika... (maka tidak...). Menyatakan syarat mutlak yang wajib dipenuhi terlebih dahulu agar suatu hal atau kepastian di klausa kedua dapat terwujud.
Bukan masalah besar, tidak seberapa, atau tidak perlu sampai melakukan tindakan/merespons secara berlebihan.
Hanya melakukan... / Semata-mata karena... (Menunjukkan bahwa tindakan yang diambil adalah hal yang wajar, sudah semestinya dilakukan, atau dilakukan tanpa ada maksud tersembunyi lainnya).
Bagaimana mungkin / dari semua hal yang bisa terjadi / celakanya (digunakan untuk mengekspresikan rasa terkejut, kecewa, atau kemarahan yang mendalam atas suatu kejadian buruk yang sangat tidak terduga).
Menyatakan kabar angin atau penyampaian informasi dari sumber lain (berarti: 'katanya / kabarnya'), serta menarik kesimpulan logis dari suatu situasi atau fakta (berarti: 'itu berarti / artinya').
Memutuskan untuk... (Digunakan untuk menyatakan keputusan pribadi yang diambil secara aktif, sadar, dan atas kemauan diri sendiri)
Pantas saja / memang sepadan dengan (menunjukkan bahwa hasil, prestasi, kualitas, atau keadaan saat ini sangat wajar dan sesuai dengan reputasi, usaha, status, atau harga yang tinggi).
Berarti..., artinya adalah... (digunakan untuk menarik kesimpulan logis, konsekuensi, atau interpretasi dari suatu fakta atau situasi yang ada).
Kecuali jika... (maka) tidak... / Jika tidak... maka tidak mungkin...
Sudah diputuskan bahwa... / Peraturannya adalah... / Sudah dijadwalkan untuk...
Bisa atau mampu melakukan sesuatu (menyatakan kemampuan fisik, keahlian, atau kemungkinan dalam situasi tertentu).
Mengubah kata sifat-na menjadi kata benda abstrak untuk menyatakan keadaan, fakta, atau hal yang memiliki karakteristik sifat tersebut.
Bukan berarti tidak... / Bukannya tidak... (sebenarnya bisa atau mungkin dilakukan, tetapi ada keraguan, keengganan, atau syarat tertentu).
Berarti bahwa... / Kabarnya... / Katanya...
Digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang 'pernah melakukan' atau 'memiliki pengalaman' melakukan suatu hal di masa lalu. Ini adalah cara umum untuk membicarakan pengalaman hidup dalam bahasa Jepang, berbeda dengan sekadar menyatakan kejadian lampau.
Bukan hanya [A] yang sudah jelas wajar atau penting, tetapi [B] juga sama pentingnya atau bahkan lebih ditekankan lagi.
Seperti biasa / Sebagaimana halnya (menunjukkan keadaan atau perbuatan yang selalu terjadi berulang kali sehingga sudah diperkirakan sebelumnya).
Pantas saja... / Tidak sia-sia... / Sebanding dengan...
Pernah melakukan sesuatu (memiliki pengalaman di masa lalu).
Bukan hanya (hal yang sudah sewajarnya/jelas), tetapi juga (hal lain yang setara atau bahkan lebih ekstrem).
Hanya perlu melakukan tindakan tersebut sebagai jalan keluar terakhir, atau tidak ada pilihan lain selain melakukan hal itu demi mengatasi situasi.
Karena (karakter, sifat, atau kebiasaan khas) seseorang, maka sudah pasti atau kemungkinan besar...
Diputuskan bahwa... / Telah menjadi aturan bahwa... (menyatakan keputusan yang dibuat oleh pihak luar, situasi, atau aturan sosial, bukan kehendak pribadi)
Digunakan untuk menyatakan bahwa kejadian yang mengikuti memicu emosi subjektif tertentu bagi pembicara. Artinya: 'Yang membuat [perasaan] adalah...' atau 'Betapa [perasaan] bahwa...'.
Sebaiknya... / Ada baiknya... (Digunakan untuk memberikan saran kuat, rekomendasi, atau nasihat tentang hal terpenting yang harus dilakukan dalam situasi tertentu).
Dari semua hal, orang, waktu, atau tempat yang ada (digunakan untuk mengekspresikan kejengkelan, keheranan mendalam, atau penyesalan atas terjadinya suatu peristiwa buruk yang sangat tidak terduga).
Menunjukkan bahwa suatu hal sama sekali tidak dapat terwujud atau terjadi jika syarat mutlak yang dinyatakan di depannya tidak dipenuhi terlebih dahulu.
karena / disebabkan oleh (digunakan dalam situasi sangat formal untuk memohon pemakluman, pengertian, atau meminta maaf atas suatu keadaan yang tidak dapat dihindari).
Memutuskan untuk... (membiasakan diri melakukan sesuatu secara rutin atas keputusan sendiri)
Karena (alasan objektif/fakta)... / Berdasarkan fakta bahwa... / Mengingat bahwa...
Jika tidak... (maka tidak akan/tidak bisa...) atau Kecuali jika... (maka tidak...). Menyatakan syarat mutlak yang wajib dipenuhi terlebih dahulu agar suatu hal atau kepastian di klausa kedua dapat terwujud.
Bukan masalah besar, tidak seberapa, atau tidak perlu sampai melakukan tindakan/merespons secara berlebihan.
Hanya melakukan... / Semata-mata karena... (Menunjukkan bahwa tindakan yang diambil adalah hal yang wajar, sudah semestinya dilakukan, atau dilakukan tanpa ada maksud tersembunyi lainnya).
Bagaimana mungkin / dari semua hal yang bisa terjadi / celakanya (digunakan untuk mengekspresikan rasa terkejut, kecewa, atau kemarahan yang mendalam atas suatu kejadian buruk yang sangat tidak terduga).
Menyatakan kabar angin atau penyampaian informasi dari sumber lain (berarti: 'katanya / kabarnya'), serta menarik kesimpulan logis dari suatu situasi atau fakta (berarti: 'itu berarti / artinya').
Memutuskan untuk... (Digunakan untuk menyatakan keputusan pribadi yang diambil secara aktif, sadar, dan atas kemauan diri sendiri)
Pantas saja / memang sepadan dengan (menunjukkan bahwa hasil, prestasi, kualitas, atau keadaan saat ini sangat wajar dan sesuai dengan reputasi, usaha, status, atau harga yang tinggi).
Berarti..., artinya adalah... (digunakan untuk menarik kesimpulan logis, konsekuensi, atau interpretasi dari suatu fakta atau situasi yang ada).
Kecuali jika... (maka) tidak... / Jika tidak... maka tidak mungkin...
Sudah diputuskan bahwa... / Peraturannya adalah... / Sudah dijadwalkan untuk...