Menginisialisasi NihongoRoute
Jika sampai melakukan suatu tindakan atau jika suatu kondisi buruk terjadi, maka akibat konsekuensinya akan menjadi sangat fatal, gawat, atau tidak dapat diperbaiki kembali.
Bagian akhir kalimat wajib berupa akibat negatif, ancaman, atau situasi gawat yang tidak diinginkan (misalnya: kerugian finansial, kehilangan kepercayaan, atau kecelakaan).
Menunjukkan sikap pantang menyerah, tidak gentar, atau tetap berjuang dengan gagah berani menghadapi rintangan besar (seperti cuaca buruk, penyakit, bahaya, atau tentangan keras) demi mencapai tujuan.
Padahal seandainya... (digunakan untuk mengekspresikan penyesalan mendalam, kekecewaan, atau kritik atas suatu hasil yang tidak sesuai harapan karena tindakan yang berlawanan tidak diambil).
Mana mungkin... / Sama sekali tidak akan... (Pernyataan penyangkalan kuat, penolakan keras, atau ketidaksetujuan yang sangat emosional dan subjektif).
Menunjukkan esensi sejati suatu hal secara absolut; benar-benar mewakili sifat, kondisi, atau perwujudan dari kata benda yang mendahuluinya.
Itulah yang dinamakan... / Benar-benar... (Digunakan untuk menegaskan suatu hakikat, kebenaran umum, atau penilaian moral objektif yang dianggap wajar berdasarkan norma sosial).
Mengasumsikan bahwa... / Menganggap seolah-olah... / Memperlakukan sesuatu dengan anggapan bahwa...
Memiliki kesan yang mendalam, sangat terasa, atau ada kualitas tertentu yang membuat seseorang merasakan emosi atau penilaian subjektif secara kuat.
Sudah sewajarnya... / Benar-benar... / Itulah yang dinamakan...
Karena; habisnya (digunakan untuk memberikan alasan pribadi yang bersifat emosional, membela diri, manja, atau mencari pembenaran).
Digunakan untuk menyatakan alasan personal, pembenaran, atau pembelaan diri secara halus atas suatu kesalahan, keterlambatan, atau situasi yang tidak menyenangkan.
Habisnya... / Soalnya... (Menyatakan alasan pribadi yang bersifat subjektif, membela diri, atau manja dalam situasi kasual).
Meskipun memang benar bahwa..., namun... (digunakan untuk mengakui kebenaran suatu fakta di klausa pertama, tetapi menyatakan kenyataan di klausa kedua yang tidak sesuai dengan ekspektasi dari fakta tersebut).
Memiliki kesan kuat yang mendalam, terasa sangat, atau ada sesuatu yang menyentuh perasaan (subjektif).
Meskipun... (namun kenyataan atau hasil yang terjadi kontras/tidak sesuai dengan harapan atau asumsi yang logis).
Digunakan untuk menyatakan kebenaran umum, norma sosial, atau sesuatu yang secara alami memang sudah sewajarnya atau seharusnya terjadi.
Sudah sepatutnya, sewajarnya, atau menjadi norma moral dan sosial yang berlaku umum di masyarakat untuk melakukan (atau tidak melakukan) sesuatu.
Sejak... (terjadi perubahan besar yang terus berlanjut secara konsisten hingga sekarang).
Seandainya bisa / jika saja mungkin (digunakan untuk menyatakan pengandaian yang sangat sulit atau hampir mustahil terwujud).
Tidak selalu berarti bahwa... / Bukan jaminan bahwa... / Bukan berarti pasti... (Digunakan untuk menyangkal generalisasi mutlak atau anggapan bahwa suatu kondisi otomatis menghasilkan hasil tertentu).
Semenjak... (memicu perubahan besar yang terus berlanjut secara konsisten hingga saat ini)
Jika / begitu... maka... (menyatakan konsekuensi alami, hasil otomatis, petunjuk arah, atau kebiasaan rutin yang pasti terjadi).
Bahkan (menekankan kondisi ekstrem atau minimal) atau asalkan/cukup dengan (jika digabungkan dengan bentuk pengandaian/kondisional).
Baru saja suatu keadaan terjadi, seketika itu juga menyusul kejadian lain yang kontras, tidak terduga, atau mengejutkan pembicara.
Bagi... / Jika dilihat dari sudut pandang... (bila memposisikan diri sebagai pihak tersebut)
Mengubah kata sifat-na menjadi kata benda abstrak untuk menyatakan keadaan, fakta, atau hal yang memiliki karakteristik sifat tersebut.
Partikel 'と' digunakan untuk dua fungsi utama di tingkat dasar bahasa Jepang. Pertama, untuk menghubungkan dua kata benda atau lebih dalam sebuah daftar yang lengkap, dengan arti 'dan'. Kedua, untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan atau kejadian dilakukan 'bersama dengan' seseorang atau sesuatu.
Menunjukkan sikap pantang menyerah, tidak gentar, atau tetap berjuang dengan gagah berani menghadapi rintangan besar (seperti cuaca buruk, penyakit, bahaya, atau tentangan keras) demi mencapai tujuan.
Padahal seandainya... (digunakan untuk mengekspresikan penyesalan mendalam, kekecewaan, atau kritik atas suatu hasil yang tidak sesuai harapan karena tindakan yang berlawanan tidak diambil).
Mana mungkin... / Sama sekali tidak akan... (Pernyataan penyangkalan kuat, penolakan keras, atau ketidaksetujuan yang sangat emosional dan subjektif).
Menunjukkan esensi sejati suatu hal secara absolut; benar-benar mewakili sifat, kondisi, atau perwujudan dari kata benda yang mendahuluinya.
Itulah yang dinamakan... / Benar-benar... (Digunakan untuk menegaskan suatu hakikat, kebenaran umum, atau penilaian moral objektif yang dianggap wajar berdasarkan norma sosial).
jika (berdasarkan informasi); kalau (membicarakan tentang)
Mengasumsikan bahwa... / Menganggap seolah-olah... / Memperlakukan sesuatu dengan anggapan bahwa...
Memiliki kesan yang mendalam, sangat terasa, atau ada kualitas tertentu yang membuat seseorang merasakan emosi atau penilaian subjektif secara kuat.
Sudah sewajarnya... / Benar-benar... / Itulah yang dinamakan...
Karena; habisnya (digunakan untuk memberikan alasan pribadi yang bersifat emosional, membela diri, manja, atau mencari pembenaran).
Digunakan untuk menyatakan alasan personal, pembenaran, atau pembelaan diri secara halus atas suatu kesalahan, keterlambatan, atau situasi yang tidak menyenangkan.
Jika... / Kalau... / Setelah... (Menunjukkan kondisi pengandaian atau hasil yang terjadi setelah suatu syarat terpenuhi).
Jika / Kalau (Digunakan untuk memberikan saran, pendapat, atau rekomendasi berdasarkan topik yang baru saja dibicarakan atau diangkat oleh lawan bicara).
Menunjukkan syarat mutlak bahwa suatu tindakan atau keadaan tidak dapat terwujud kecuali tindakan sebelumnya telah diselesaikan atau dipenuhi terlebih dahulu.
Habisnya... / Soalnya... (Menyatakan alasan pribadi yang bersifat subjektif, membela diri, atau manja dalam situasi kasual).
Menunjukkan bahwa suatu hal mutlak harus dilakukan terlebih dahulu sebelum hal lain dapat terwujud. Jika hal pertama belum dilakukan, maka hal kedua tidak mungkin terjadi atau tidak boleh dilakukan.
Jika memang (demi situasi khusus / tuntutan keadaan) / Apabila dihadapkan pada situasi (yang luar biasa).
Meskipun memang benar bahwa..., namun... (digunakan untuk mengakui kebenaran suatu fakta di klausa pertama, tetapi menyatakan kenyataan di klausa kedua yang tidak sesuai dengan ekspektasi dari fakta tersebut).
Memiliki kesan kuat yang mendalam, terasa sangat, atau ada sesuatu yang menyentuh perasaan (subjektif).
Meskipun... (namun kenyataan atau hasil yang terjadi kontras/tidak sesuai dengan harapan atau asumsi yang logis).
Bisa dibilang / ibaratnya / boleh dikata (digunakan untuk membuat perumpamaan atau metafora figuratif guna memperjelas suatu keadaan).
Kata bilangan dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menghitung jumlah orang. Ini adalah cara dasar untuk menyatakan 'satu orang', 'dua orang', dan seterusnya.
Jika situasi berubah menjadi... / Jika memang harus...
Digunakan untuk menyatakan kebenaran umum, norma sosial, atau sesuatu yang secara alami memang sudah sewajarnya atau seharusnya terjadi.
Jika sepertinya / jika tampaknya / sekiranya kondisi menunjukkan bahwa... (digunakan untuk pengandaian berdasarkan situasi atau gejala nyata yang teramati saat ini).
Begitu berada pada tingkatan yang tinggi/spesifik, atau ketika situasi penting tersebut tiba, secara alami akan terjadi perubahan keadaan atau konsekuensi yang sesuai dengan tingkat tersebut.
Jika ditanya apakah... / Kalau dibilang..., sebenarnya tidak sepenuhnya demikian (digunakan untuk menyangkal dugaan secara halus atau menjelaskan kontradiksi situasi nyata).
Seandainya... / Jika diasumsikan bahwa... (Digunakan untuk menyatakan pengandaian murni tentang situasi hipotetis yang belum pasti, kecil kemungkinannya, atau bahkan bertentangan dengan kenyataan saat ini).
Baik (subjek) melakukan suatu tindakan atau tidak, hal tersebut sama sekali tidak akan memengaruhi keadaan, keputusan, atau hasil yang ada.
Sudah sepatutnya, sewajarnya, atau menjadi norma moral dan sosial yang berlaku umum di masyarakat untuk melakukan (atau tidak melakukan) sesuatu.
Asalkan... (menunjukkan satu-satunya syarat minimal yang harus dipenuhi agar suatu keadaan atau hasil yang diinginkan pasti dapat terwujud).
Jika hanya / kalau sekadar [Kondisi/Batasan], maka masih bisa ditoleransi, diizinkan, atau dilakukan.
Sejak... (terjadi perubahan besar yang terus berlanjut secara konsisten hingga sekarang).
Seandainya bisa / jika saja mungkin (digunakan untuk menyatakan pengandaian yang sangat sulit atau hampir mustahil terwujud).
Seandainya... / Jika diasumsikan bahwa... / Kalau memang benar...
Terlepas dari apa, siapa, atau bagaimana pun kondisinya, suatu tindakan, keputusan, atau kenyataan tidak akan terpengaruh atau berubah sama sekali.
Jika... atau Kalau... (Menyatakan syarat pengandaian agar suatu hal dapat terjadi).
Baru saja... tahu-tahu sudah... / Begitu dikira... ternyata... (Menunjukkan perubahan situasi sangat cepat, kontras, dan mengejutkan bagi pembicara).
jika... (menyatakan pengandaian atau syarat mutlak agar suatu hasil/kejadian dapat terwujud)
Asalkan... saja (menyatakan satu-satunya syarat mutlak yang diperlukan agar suatu kondisi atau akibat dapat terwujud).
Tidak selalu berarti bahwa... / Bukan jaminan bahwa... / Bukan berarti pasti... (Digunakan untuk menyangkal generalisasi mutlak atau anggapan bahwa suatu kondisi otomatis menghasilkan hasil tertentu).
Jika menyangkut..., jika harus..., atau begitu situasi berubah menjadi...
Daripada harus melakukan [A] (situasi yang sangat buruk/tidak diinginkan), lebih baik melakukan [B] (opsi ekstrem atau kurang ideal yang masih dianggap mendingan).
Jika dinilai dari / Dilihat dari / Dari sudut pandang (menarik kesimpulan, dugaan, atau penilaian logis berdasarkan bukti, gejala, atau perspektif tertentu).
Baru saja suatu kejadian terjadi, seketika itu juga terjadi perubahan atau kejadian lain yang tidak terduga, sehingga membuat pembicara merasa terkejut.
Seandainya saja... (Digunakan untuk menyatakan penyesalan mendalam atau pengandaian yang bertolak belakang dengan kenyataan yang sudah terjadi di masa lalu).
Semenjak... (memicu perubahan besar yang terus berlanjut secara konsisten hingga saat ini)
Berbicara tentang... / Kalau bicara soal... (Digunakan untuk mengangkat topik asosiatif yang secara spontan terlintas di pikiran saat membahas suatu hal).