Bentuk pasif (受身 - ukemi) dalam bahasa Jepang digunakan ketika seseorang atau sesuatu dikenai suatu tindakan oleh pihak lain. Uniknya, bentuk ini sangat sering digunakan ketika pembicara merasa dirugikan atau terganggu oleh tindakan tersebut (dikenal sebagai 'meiwaku no ukemi' atau pasif penderitaan).
Aturan Konjugasi Kata Kerja:
- Golongan 1 (U-verb): Ubah bunyi akhiran [u] menjadi [a], lalu tambahkan [れる]. Contoh: 書く (kaku) -> 書かれる (kakareru). Khusus kata kerja berakhiran vokal [u] seperti 買う (kau), ubah menjadi [wa] -> 買われる (kawareru).
- Golongan 2 (Ru-verb): Buang [る], lalu tambahkan [られる]. Contoh: 食べる (taberu) -> 食べられる (taberareru).
- Golongan 3 (Irregular): する (suru) menjadi される (sereru), 来る (kuru/ku-ru) menjadi 来られる (korareru).
⚠️Perangkap / Kesalahan Umum:
- Salah menggunakan partikel pelaku. Dalam kalimat pasif bahasa Jepang, pelaku yang melakukan tindakan HARUS ditandai dengan partikel に (ni), bukan は (wa) atau を (wo). Contoh salah: 泥棒は財布を盗まれました (salah). Contoh benar: 泥棒に財布を盗まれました (benar).
- Tertukar dengan bentuk potensial (bisa/dapat). Pada Kata Kerja Golongan 2, konjugasi bentuk pasif dan potensial sama-sama menggunakan られる. Bedakan lewat konteks kalimat dan partikel yang digunakan.