- Niat Negatif Kuat (Orang Pertama):
Menunjukkan tekad keras pembicara untuk tidak melakukan suatu tindakan. Secara semantis setara dengan '~nai tsumori da' (~ないつもりだ) namun dengan tingkat penegasan yang jauh lebih tinggi dan bernuansa sastra.
- Dugaan Negatif (Orang Ketiga/Objektif):
Menunjukkan estimasi atau probabilitas kuat bahwa suatu peristiwa tidak akan terjadi. Setara dengan 'tabun ~nai darou' (たぶん~ないだろう).
Aturan Konjugasi Kata Kerja:
- Golongan 1 (Godan): Kata kerja bentuk kamus + まい. Contoh: 書く (kaku) -> 書くまい (kakumai).
- Golongan 2 (Ichidan): Kata kerja bentuk kamus + まい ATAU bentuk Stem Masu + まい. Contoh: 食べる (taberu) -> 食べるまい (taberumai) / 食べまい (tabemai).
- Golongan 3 (Irregular):
- する (suru) menjadi: するまい (surumai), すまい (sumai), atau しまい (shimai).
- くる (kuru) menjadi: くるまい (kurumai) atau こまい (komai).
⚠️Perangkap / Kesalahan Umum:
- Register Bahasa: Jangan gunakan ~mai dalam percakapan kasual sehari-hari. Pola ini sangat formal, kaku, dan didominasi oleh bahasa tulis (sastra, tajuk rencana) atau pidato resmi.
- Subjek Orang Ketiga: Jika mengekspresikan niat orang ketiga menggunakan ~mai, Anda wajib menambahkan konstruksi pelapor seperti '~to omotte iru' (~と思っている) atau '~to miete' (~と見えて) di akhir klausa agar gramatikal.