Namun, untuk fakta realitas yang terjadi saat ini (B), hal tersebut dianggap sangat tidak wajar, tidak pantas, atau mengecewakan. Bagian kalimat kedua (setelah ~nara iza shirazu) hampir selalu diikuti oleh kalimat bernuansa negatif yang mengandung kritik, keheranan, ketidakpuasan, atau penyesalan mendalam.
### Perbedaan Nuansa: ~nara iza shirazu vs ~nara tomokaku
- ~nara tomokaku: Bersifat lebih kasual, netral, dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Fokusnya adalah mengesampingkan hal A untuk membahas hal B.
- ~nara iza shirazu: Sangat formal, dramatis, dan umumnya digunakan dalam bahasa tulisan (written Japanese) atau pidato resmi. Tata bahasa ini membawa penekanan emosional berupa kekecewaan, kritik keras, atau rasa tidak percaya yang mendalam terhadap situasi nyata yang terjadi.
⚠️Perangkap / Kesalahan Umum:
- Pembelajar sering kali langsung menghubungkan kata kerja atau kata sifat dengan 'ならいざ知らず'. Ingat bahwa klausa tersebut wajib diubah menjadi kata benda terlebih dahulu dengan menambahkan nominalisator 'の' (no).
- Hindari menggunakan pola ini untuk membandingkan dua hal yang bersifat positif atau netral. Klausa kedua harus selalu merepresentasikan situasi negatif atau kontras ekstrem yang tidak seharusnya terjadi.