Double 'i': Banyak pemula lupa menghapus huruf 'い' pada bentuk '-nai', sehingga menulis/mengucapkan shinaikereba narimasen (salah). Yang benar adalah shinakereba narimasen.
Tertukar Larangan: Jangan tertukar dengan ~te wa ikemasen yang berarti 'tidak boleh' (larangan), sedangkan ~nakereba narimasen berarti 'harus' (keharusan).