Frasa ini adalah salah satu tata bahasa dasar yang penting di tingkat JLPT N5. Fungsi utamanya ada dua:
- Meminta Izin: Mengungkapkan pertanyaan 'Bolehkah saya melakukan ini?' atau 'Apakah saya diizinkan melakukan ini?'. Contohnya, ketika Anda ingin bertanya apakah boleh duduk atau mengambil sesuatu.
- Memberikan Izin: Menyatakan 'Anda boleh melakukan ini' atau 'Silakan lakukan ini'. Biasanya, ketika memberikan izin, kalimat diakhiri dengan partikel penegas 'よ (yo)' untuk memberikan kesan lebih ramah dan informatif.
Kunci utama dalam menggunakan pola ini adalah mengubah kata kerja ke bentuk -te (te-form) terlebih dahulu. Jika Anda belum menguasai pembentukan bentuk -te, pastikan untuk mempelajarinya karena ini adalah dasar dari banyak tata bahasa Jepang lainnya.
Struktur Penggunaan:
Pertama, ubah kata kerja ke bentuk -te.
Contoh:
- 食べる (taberu, makan) → 食べて (tabete)
- 飲む (nomu, minum) → 飲んで (nonde)
- 行く (iku, pergi) → 行って (itte)
- する (suru, melakukan) → して (shite)
- 来る (kuru, datang) → 来て (kite)
Kemudian, tambahkan 'もいいです' di belakang bentuk -te tersebut.
Nuansa Penggunaan:
- Ketika bertanya (meminta izin): Kalimat diakhiri dengan 'か (ka)'. Contoh: 食べて も いい ですか。 (Bolehkah makan?)
- Ketika memberikan izin: Kalimat biasanya diakhiri dengan 'よ (yo)' untuk menekaskan bahwa itu adalah informasi atau persetujuan yang diberikan. Contoh: 食べて も いい ですよ。 (Anda boleh makan, lho.)
⚠️Perangkap / Kesalahan Umum:
- Lupa mengubah ke bentuk -te: Ini adalah kesalahan paling sering. Ingat, selalu gunakan bentuk -te sebelum menambahkan 'もいいです'. Jangan langsung menempelkannya ke bentuk kamus atau bentuk -masu.
- Menggunakan partikel yang salah: Pastikan partikel objek seperti 'を (o)' atau partikel lokasi 'に (ni)' digunakan dengan benar sebelum kata kerja. Misalnya, '写真を撮ってもいいですか' bukan '写真も撮ってもいいですか'.
- Bingung dengan '~てはいけません': Ingat, '~てもいいです' berarti 'boleh', sedangkan '~てはいけません' (tata bahasa N5 selanjutnya) berarti 'tidak boleh' atau 'dilarang'. Keduanya adalah lawan kata.