Sering kali, peristiwa kedua terkesan sudah dimulai bahkan sebelum peristiwa pertama benar-benar rampung 100%. Tingkat formalitas tata bahasa ini adalah formal (penulisan akademis, laporan, sastra, atau pidato bisnis).
Perbedaan Nuansa dengan Tata Bahasa Serupa:
- ~ya inaya (~や否や): Lebih menekankan reaksi spontan atau tindakan refleks segera setelah peristiwa pertama terjadi.
- ~totan ni (~と途端に): Menekankan efek kejutan atau perubahan drastis yang tidak diantisipasi segera setelah tindakan pertama selesai.
- ~ka ~nai ka no uchi ni: Lebih fokus pada batas waktu yang sangat tipis (tumpang tindih) antara selesainya kejadian pertama dan mulainya kejadian kedua.
Aturan Penggunaan:
- Kata kerja yang diletakkan sebelum 'ka' (bentuk kamus) dan sebelum 'nai ka' (bentuk negatif) harus menggunakan kata kerja yang sama (misalnya: owaru/owaranai, suru/shinai).
- Klausa kedua (kejadian penegas) harus berupa kejadian alamiah, tidak disengaja, atau di luar kontrol/kehendak pembicara.
⚠️Perangkap / Kesalahan Umum:
- Salah: Menggunakan kata kerja yang berbeda. (Contoh salah: *iku ka tabenai ka no uchi ni)
- Salah: Menggunakan bentuk lampau sebelum 'ka'. (Contoh salah: *itta ka ikanai ka no uchi ni)
- Salah: Diikuti oleh kalimat perintah, larangan, ajakan, atau ekspresi keinginan pembicara di akhir kalimat. (Contoh salah: *shigoto ga owaru ka owaranai ka no uchi ni, kaerimashou!)