Secara geografis, Jepang terletak di jalur seismik paling aktif di dunia. Gempa bumi kecil terjadi hampir setiap hari di sana. Meski infrastruktur Jepang dirancang sangat tangguh menghadapi bencana, sebagai pendatang atau turis, kamu wajib membekali diri dengan pengetahuan dasar tanggap darurat demi keselamatan diri sendiri.
🚨 Kosakata Kritis Saat Bencana (Jishin & Tsunami)
Saat terjadi gempa bumi, sistem peringatan darurat di televisi, radio, dan ponsel pintar akan berbunyi dengan nada sirene yang khas dan kencang. Dengarkan kata-kata penting berikut:
• 地震 (jishin): Gempa bumi.
• 津波 (tsunami): Gelombang pasang raksasa. Jika mendengar kata ini setelah gempa di dekat pantai, segeralah mencari tempat yang tinggi.
• 避難 (hinan): Evakuasi.
• 危ない (abunai): Bahaya.
📞 Skenario: Menanyakan Keamanan ke Petugas Hotel
Tamu: Permisi, apakah guncangan barusan aman? Petugas: Ya, kekuatannya hanya skala intensitas 3, jadi aman. Harap tetap berhati-hati dengan langkah kaki Anda. Tamu: Baik. Apakah ada keperluan untuk evakuasi? Petugas: Tidak, tidak perlu evakuasi. Silakan tenang.
📞 Nomor Telepon Darurat Kritis
Jika kamu mengalami situasi darurat medis atau kriminalitas selama bencana, segera hubungi nomor-nomor bebas pulsa berikut (bisa dihubungi dari telepon umum tanpa koin):
• 119: Ambulans dan Pemadam Kebakaran (Kyuukyuusha / Shoubousha).
• 110: Polisi (Keisatsu).
Apabila kamu tidak fasih berbahasa Jepang, cukup katakan English please atau Indonesiago (Bahasa Indonesia). Layanan darurat di kota-kota besar Jepang biasanya menyediakan penerjemah pihak ketiga secara langsung.
📱 Aplikasi Keselamatan Wajib
Pasang aplikasi Safety Tips buatan Japan Tourism Agency sebelum berangkat ke Jepang. Aplikasi ini mengirimkan peringatan gempa bumi (Earthquake Early Warning) dan peringatan tsunami secara real-time dalam bahasa Indonesia.
📚 Baca Selanjutnya
Agar perjalananmu ke Jepang tetap aman dan nyaman, pastikan juga kamu memahami aturan perjalanan penting lainnya di [10 Kata Jepang yang Tidak Ada Padanannya di Bahasa Indonesia](/courses/umum/kata-jepang-tanpa-padanan-indonesia).