Mengenal Seni Origami dan Sejarahnya
Asal-Usul dan Sejarah Awal Origami
1. Zaman Heian (794–1185 M): Simbol Keagamaan dan Etika Pada Zaman Heian (平安時代(へい안じだい)), kertas mulai digunakan dalam ritual Shinto. Lipatan kertas formal yang disebut Gohei (御幣(ごへい)) digunakan untuk menghiasi kuil dan melambangkan kehadiran dewa. Selain itu, masyarakat kelas atas menggunakan lipatan kertas khusus untuk membungkus persembahan secara formal, yang dikenal dengan sebutan Noshi (熨斗(のし)). Noshi ini dipasangkan pada hadiah sebagai simbol ketulusan dan rasa hormat.
2. Zaman Kamakura hingga Muromachi (1185–1573 M): Origami Protokoler Pada masa ini, muncul standarisasi cara melipat kertas untuk keperluan formal di kalangan samurai dan bangsawan. Berbagai bentuk lipatan digunakan sebagai segel surat resmi atau pembungkus hadiah pernikahan yang memiliki aturan melipat sangat ketat. Seni melipat kertas pada masa ini belum ditujukan untuk hiburan, melainkan sebagai bagian dari etika sosial yang sakral.
3. Zaman Edo (1603–1867 M): Era Rekreasi dan Seni Rakyat Transisi origami dari ritual formal menjadi seni rekreasi terjadi pada Zaman Edo (江戸時代(えどじだい)). Seiring dengan meningkatnya produksi kertas washi secara massal, harga kertas menjadi lebih murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat umum. Pada era inilah origami mulai berkembang sebagai bentuk hiburan populer.
Filosofi dan Makna di Balik Lipatan Kertas
Kisah Senbazuru (千羽鶴(せんばづる))
Ada sebuah tradisi kuno di Jepang yang menyebutkan bahwa siapa pun yang melipat seribu bangau kertas (senbazuru) dan merangkainya dengan benang, maka permohonannya akan dikabulkan oleh para dewa. Tradisi ini menjadi simbol perdamaian dunia yang sangat kuat setelah kisah tragis Sadako Sasaki, seorang gadis kecil korban bom atom Hiroshima yang melipat bangau kertas selama berjuang melawan penyakit leukemia.
Perbedaan Origami Tradisional dan Modern
- Origami Tradisional: Biasanya memperbolehkan penggunaan lem, gunting, atau kertas berbentuk persegi panjang. Fokus utamanya adalah menghasilkan representasi bentuk yang dapat dikenali secara sederhana.
- Origami Modern: Dipopulerkan oleh Akira Yoshizawa (吉沢章(よしざわあきら)) pada abad ke-20. Origami modern menganut aturan ketat: satu lembar kertas persegi utuh, tanpa pemotongan (no cutting) dan tanpa lem (no gluing). Yoshizawa juga menciptakan sistem diagram lipatan universal menggunakan garis putus-putus dan anak panah yang hingga kini digunakan di seluruh dunia.
Kosakata Penting dalam Seni Origami
- Kami (紙(かみ)): Kertas.
- Chiyogami (千代紙(ちよがみ)): Kertas origami tradisional yang dihiasi motif khas Jepang seperti bunga sakura atau ombak.
- Orime (折り目(おりめ)): Garis lipatan kertas.
- Oru (折る(おる)): Melipat (kata kerja).
- Hasami (鋏(はさみ)): Gunting.
- Kirigami (切り紙(きりがみ)): Seni melipat dan memotong kertas.
- Tsuru (鶴(つる)): Burung bangau.
Kesimpulan
📚 Baca Selanjutnya
Ingin menjelajahi aspek sejarah dan kebudayaan Jepang menarik lainnya? Baca juga Sejarah Singkat Perkembangan Bahasa Jepang dan Sejarah dan Makna Kimono Pakaian Tradisional untuk memperluas wawasan Anda.