Menikmati Keindahan Hanami di Musim Semi
Sejarah dan Asal-usul Hanami
Era Nara (710–794 M) Pada mulanya, kaum bangsawan Jepang mengagumi bunga plum atau 梅 (うめ - Ume) yang diimpor dari Cina. Bunga plum mekar lebih awal pada akhir musim dingin dan melambangkan ketabahan serta awal musim semi.
Era Heian (794–1185 M) Perhatian beralih ke bunga sakura atau 桜 (さくら - Sakura) yang asli Jepang. Kaisar Saga mempopulerkan pesta melihat sakura di Istana Kekaisaran Kyoto. Sejak itu, kata "bunga" dalam puisi klasik Jepang hampir selalu merujuk pada sakura.
Era Edo (1603–1867 M) Shogun Tokugawa Yoshimune menanam banyak pohon sakura di berbagai wilayah Tokyo (dahulu bernama Edo) untuk dinikmati oleh masyarakat umum. Tradisi yang awalnya eksklusif untuk kalangan istana dan samurai ini bertransformasi menjadi pesta rakyat jelata.
Asal-usul Spiritual
Dahulu, petani Jepang percaya bahwa dewa padi atau 田の神 (たのかみ - Ta no Kami) bersemayam di pohon sakura saat musim semi. Mekarnya sakura menjadi tanda bagi para petani untuk mulai menanam padi. Jumlah dan durasi mekarnya bunga digunakan untuk memprediksi hasil panen.
Filosofi di Balik Gugurnya Sakura
Kosakata Penting Seputar Hanami
- 花見 (はなみ - Hanami): Kegiatan melihat dan menikmati keindahan bunga, khususnya sakura.
- 桜前線 (さくらぜんせん - Sakurazensen): Garis ramalan mekarnya sakura yang dirilis oleh badan meteorologi, bergerak dari wilayah selatan yang hangat (Okinawa) ke utara yang dingin (Hokkaido).
- 夜桜 (よざくら - Yozakura): Kegiatan menikmati keindahan sakura pada malam hari, biasanya dibantu oleh cahaya lentera kertas atau ぼんぼり (Bonbori).
- 満開 (まんかい - Mankai): Fase ketika bunga sakura mekar sempurna (100%).
- 葉桜 (はざくら - Hazakura): Pohon sakura yang bunganya mulai gugur dan digantikan oleh tumbuhnya daun-daun hijau muda.
Etika dan Tata Krama Melakukan Hanami
1. Tempat Duduk atau 場所取り (ばしょとり - Bashotori) Gunakan tikar plastik biru (blue sheet*) yang umum dipakai di Jepang. * Jangan mengambil ruang melebihi kebutuhan kelompok Anda. * Tulis nama kelompok pada tikar, dan pastikan minimal ada satu orang yang menjaga tempat tersebut. Meninggalkan tikar kosong tanpa penjaga dianggap tidak sopan dan tikar dapat disingkirkan oleh petugas taman.
2. Menjaga Kebersihan dan Sampah atau ゴミ (ごみ - Gomi) * Jepang memiliki sangat sedikit tempat sampah umum di taman. * Bawa kantong plastik sendiri untuk mengumpulkan sampah makanan dan minuman. * Bawa pulang sampah Anda untuk dibuang di rumah atau di akomodasi masing-masing.
3. Melindungi Pohon Sakura * Dilarang keras menyentuh, memetik, atau menggoyang dahan pohon sakura agar kelopaknya berguguran untuk foto. * Jangan menginjak atau menaruh barang bawaan di atas akar pohon sakura yang menonjol keluar dari tanah.
4. Kontrol Volume Suara * Hanami adalah acara sosial yang menyenangkan, namun menjaga ketenangan tetap diutamakan. Hindari memutar musik terlalu keras atau berteriak.
Kuliner Khas Musim Semi
花見弁当 (はなみべんとう - Hanami Bento) Kotak bekal makan siang yang berisi makanan berwarna-warni yang merepresentasikan musim semi. Lauk yang umum digunakan meliputi 玉子焼き (たまごやき - Tamagoyaki: telur dadar gulung manis), sushi, dan sayuran musim semi yang diasamkan.
花見団子 (はなみだんご - Hanami Dango) Kue moci berbentuk bulat yang ditusuk sate, terdiri dari tiga warna ikonik: 1. Merah Muda: Melambangkan kuncup bunga sakura atau musim semi. 2. Putih: Melambangkan sisa salju musim dingin atau minuman sake manis. 3. Hijau: Melambangkan tunas rumput baru atau musim panas yang akan datang.
Peribahasa Terkenal
Masyarakat Jepang mengenal peribahasa 花より団子 (はなよりだんご - Hana yori dango), yang berarti "dango lebih baik daripada bunga". Peribahasa ini digunakan secara jenaka untuk menyindir orang yang lebih tertarik pada makanan atau hal-hal praktis daripada keindahan seni dan estetika sakura itu sendiri.
📚 Baca Selanjutnya
Pahami tata krama penting lainnya sebelum berkunjung ke Jepang. Baca juga 10 Kata Jepang yang Tidak Ada Padanannya di Bahasa Indonesia dan Etika Makan di Jepang untuk memperluas wawasan Anda.