š
Initializing NihongoRoute
Telusuri filosofi elemen alam di balik penamaan hari (Yobi), aturan pembacaan tanggal 1-10 yang irregular, serta teknis penggunaan AM/PM dalam sistem waktu Jepang.
bentar / sedikit
pas banget / tepat
makin lama makin...
gimana / kayak apa
kenapa / kok bisa
silakan / monggo
pertama kali
beneran / sungguh-sungguh
berapa (harga/jumlah)
berapa (jumlah benda / umur)
kayak biasanya / tiap saat
pasti (yakin banget)
masih / belum (tergantung konteks)
lagi / sampai jumpa
semua orang / semuanya
ya iyalah / tentu dong
lebih lagi / tambah lagi
sudah / udah (+ positif) / nggak lagi (+ negatif)
kenapa (lebih formal)
segitunya / sebegitu (biasanya diikuti negatif)
Penamaan hari di Jepang tidak menggunakan nama dewa Nordik/Romawi seperti bahasa Inggris, melainkan mengacu pada sistem kosmologi Asia Timur kuno (Wu Xing). Setiap hari diwakili oleh elemen alam: Getsu (Bulan), Ka (Api), Sui (Air), Moku (Kayu/Pohon), Kin (Logam/Emas), Do (Tanah), dan Nichi (Matahari). Memahami elemen ini mempermudah Anda menghafal urutan hari secara logis.
Selain itu, Jepang menggunakan sistem tahun kaisar (**Gengo**) di samping kalender Masehi. Saat ini Jepang berada di era **Reiwa**. Anda akan sering menemui format tahun Reiwa pada dokumen resmi atau asuransi kesehatan.
Jangan menggunakan angka biasa untuk tanggal 1 sampai 10! Mereka memiliki pembacaan Kunyomi kuno yang sangat berbeda. Contoh: Tanggal 1 (Tsuitachi), Tanggal 4 (Yokka), Tanggal 8 (Yookka).
Jepang meletakkan indikator AM/PM di awal kalimat waktu. ⢠AM: Gozen (åå) -> Gozen ku-ji (9 pagi). ⢠PM: Gogo (åå¾) -> Gogo san-ji (3 sore). Untuk menanyakan jam, gunakan 'Ima nan-ji desu ka?'. Menit (Fun/Pun) juga mengalami banyak asimilasi bunyi (Contoh: 1 menit = Ippun, 6 menit = Roppun).