🌀
Initializing NihongoRoute
Kanji adalah sistem logogram yang membawa makna. Pelajari anatomi radikal (Bushu), sejarah adaptasi dari Tiongkok, serta rahasia navigasi di antara sistem bacaan Onyomi dan Kunyomi.
bentar / sedikit
pas banget / tepat
makin lama makin...
gimana / kayak apa
kenapa / kok bisa
silakan / monggo
pertama kali
beneran / sungguh-sungguh
berapa (harga/jumlah)
berapa (jumlah benda / umur)
kayak biasanya / tiap saat
pasti (yakin banget)
masih / belum (tergantung konteks)
lagi / sampai jumpa
semua orang / semuanya
ya iyalah / tentu dong
lebih lagi / tambah lagi
sudah / udah (+ positif) / nggak lagi (+ negatif)
kenapa (lebih formal)
segitunya / sebegitu (biasanya diikuti negatif)
Berbeda dengan Kana yang merupakan fonogram (simbol bunyi), Kanji adalah logogram (simbol makna). Setiap karakter Kanji terdiri dari komponen inti yang disebut Radikal (Bushu). Radikal berfungsi sebagai 'DNA' yang memberikan petunjuk kategori semantik sebuah kata.
Terdapat sekitar 214 radikal standar. Misalnya, radikal 'Ninben' (亻) mengindikasikan hal yang berkaitan dengan manusia (休 - istirahat), radikal 'Sanzui' (氵) berkaitan dengan air (海 - laut). Dengan menguasai radikal, seorang pembelajar dapat membedah makna Kanji yang belum pernah dipelajari sebelumnya secara logis.
Lihatlah Kanji sebagai sebuah puzzle. Jangan menghafal urutan garis secara buta, tapi pahami cerita dan makna di balik penggabungan radikalnya.
Salah satu tantangan terbesar Kanji adalah satu karakter bisa memiliki banyak cara baca, tergantung pada posisinya dalam kalimat.
Digunakan ketika Kanji berdiri sendiri atau diikuti oleh Hiragana (Okurigana). Ini mencerminkan kosakata asli Jepang yang sudah ada sebelum Kanji masuk. Contoh: 水 (Mizu - Air).
Digunakan ketika dua atau lebih Kanji bergabung membentuk kata majemuk (Jukugo). Ini adalah bunyi yang diadaptasi dari dialek Tiongkok kuno. Contoh: 水曜日 (Sui-youbi - Rabu).