๐
Initializing NihongoRoute
Bab terakhir di level N5! Kuasai cara membuat kalimat pengandaian (Jika/Kalau) menggunakan pola ~Tara, dan menyatakan pertentangan (Meskipun/Walaupun) menggunakan pola ~Temo.
bentar / sedikit
pas banget / tepat
makin lama makin...
gimana / kayak apa
kenapa / kok bisa
silakan / monggo
pertama kali
beneran / sungguh-sungguh
berapa (harga/jumlah)
berapa (jumlah benda / umur)
kayak biasanya / tiap saat
pasti (yakin banget)
masih / belum (tergantung konteks)
lagi / sampai jumpa
semua orang / semuanya
ya iyalah / tentu dong
lebih lagi / tambah lagi
sudah / udah (+ positif) / nggak lagi (+ negatif)
kenapa (lebih formal)
segitunya / sebegitu (biasanya diikuti negatif)
Sebagai penutup di level dasar ini, Anda akan belajar cara menyatakan kondisi yang belum terjadi ('Jika besok hujan...') dan kondisi yang bertentangan dengan logika umum ('Meskipun hujan, saya tetap pergi'). Kedua pola ini akan menguji ingatan Anda terhadap Bentuk-Ta (Bab 19) dan Bentuk-Te (Bab 14)!
Pastikan Anda menghafal kosakata sebelum masuk ke tata bahasa. Gunakan flashcard untuk membantu ingatan jangka panjang.
Pola 'ใใใ' (-Tara) digunakan untuk menyatakan 'Jika' atau 'Kalau'. Cara membuatnya sangat mudah: ubah kata kerja, kata sifat, atau kata benda menjadi Bentuk Lampau Kasual (Bentuk-Ta / Datta / Katta), lalu tambahkan huruf 'ใ' (ra) di belakangnya.
โข Kata Kerja: ้ใฃใ (Futta) -> ้ใฃใใ (Futtara - Jika turun) โข Kata Sifat-i: ๅฎใใฃใ (Yasukatta) -> ๅฎใใฃใใ (Yasukattara - Jika murah) โข Kata Sifat-na: ๆใ ใฃใ (Hima datta) -> ๆใ ใฃใใ (Hima dattara - Jika senggang) โข Kata Benda: ้จใ ใฃใ (Ame datta) -> ้จใ ใฃใใ (Ame dattara - Jika hujan)
"JIKA ada uang, saya ingin membeli komputer."
"JIKA (harganya) murah, saya akan membeli mobil."
"JIKA hujan, saya tidak akan pergi keluar."
Selain berarti 'Jika', pola 'ใใใ' juga bisa berarti 'Setelah' (kondisi di masa depan terpenuhi). Digunakan saat suatu kejadian PASTI terjadi, dan kita menunggu kejadian itu selesai sebelum melakukan aksi berikutnya.
"JIKA (setelah) menjadi jam 10, mari kita berangkat."
"JIKA (setelah tiba) libur musim panas, saya akan pulang ke negara asal."
Ini adalah kebalikan dari pengandaian biasa. Pola 'ใใฆใ' (-Temo) berarti 'Meskipun' atau 'Walaupun'. Cara membuatnya didasarkan pada Bentuk-Te, lalu ditambahkan huruf 'ใ' (mo).
โข Kata Kerja: ่ใใฆ (Kangaete) -> ่ใใฆใ (Kangaetemo - Meskipun berpikir) โข Kata Sifat-i: ้ซใใฆ (Takakute) -> ้ซใใฆใ (Takakutemo - Meskipun mahal) โข Kata Sifat-na: ้ใใง (Shizuka de) -> ้ใใงใ (Shizuka demo - Meskipun tenang) โข Kata Benda: ๆฅๆๆฅใง (Nichiyoubi de) -> ๆฅๆๆฅใงใ (Nichiyoubi demo - Meskipun hari Minggu)
"MESKIPUN turun hujan, saya (tetap) bermain sepak bola."
"MESKIPUN mahal, saya (tetap) ingin membeli komputer ini."
"MESKIPUN hari Minggu, saya (tetap) harus bekerja."
Untuk memperkuat nuansa kalimat, orang Jepang sering menambahkan kata keterangan di awal kalimat.
โข ใใ (Moshi) berarti 'Seandainya', selalu dipasangkan dengan pola ใใใ.
โข ใใใ (Ikura) di sini berarti 'Seberapa pun', selalu dipasangkan dengan pola ใใฆใ.
"SEANDAINYA (jika) ada uang 100 juta yen, ingin membeli apa?"
"SEBERAPA PUN (meskipun) saya berpikir, saya tidak mengerti."
Dengarkan percakapan antara Miller dan Kimura mengenai rencana masa depan (hari tua).
"[Miller] Kimura, JIKA (setelah) bertambah tua nanti, ingin melakukan apa?"
"[Kimura] Hmmm... Saya ingin pergi ke desa dan bersantai."
"[Kimura] Kalau Tuan Miller?"
"[Miller] Kalau saya, MESKIPUN telah menjadi kakek-kakek, saya (tetap) ingin bekerja."