๐
Initializing NihongoRoute
Bicaralah seperti penutur asli! Lepaskan kalimat kaku 'Desu/Masu' dan pelajari Bentuk Biasa (Futsuukei) untuk berbicara santai dengan teman, keluarga, atau saat membaca manga Jepang.
bentar / sedikit
pas banget / tepat
makin lama makin...
gimana / kayak apa
kenapa / kok bisa
silakan / monggo
pertama kali
beneran / sungguh-sungguh
berapa (harga/jumlah)
berapa (jumlah benda / umur)
kayak biasanya / tiap saat
pasti (yakin banget)
masih / belum (tergantung konteks)
lagi / sampai jumpa
semua orang / semuanya
ya iyalah / tentu dong
lebih lagi / tambah lagi
sudah / udah (+ positif) / nggak lagi (+ negatif)
kenapa (lebih formal)
segitunya / sebegitu (biasanya diikuti negatif)
Sampai di Bab 19, Anda selalu menggunakan kalimat berakhiran 'ใใพใ' (Masu) dan 'ใใงใ' (Desu). Ini disebut Bentuk Sopan (Teineikei). Bentuk ini sangat aman dipakai kepada atasan, orang yang baru dikenal, atau klien.
Namun, jika Anda berbicara dengan keluarga, pacar, atau teman akrab menggunakan 'Desu/Masu', Anda akan dianggap 'kaku' atau memberi jarak. Untuk itulah kita menggunakan Bentuk Biasa (Futsuukei) atau Plain Form!
โข Boleh: Kepada teman sekelas, sahabat, keluarga, anak-anak, dan orang yang statusnya di bawah Anda. โข Dilarang: Kepada atasan, guru, klien, dan orang asing yang baru Anda temui di jalan.
Kabar baiknya, Anda sudah mempelajari semua pondasinya di bab-bab sebelumnya! Anda hanya perlu mencocokkannya dengan waktu (Tenses).
1. [Positif Kini] ใใพใ (Masu) ---> Bentuk Kamus (ใใ) 2. [Negatif Kini] ใใพใใ (Masen) ---> Bentuk-Nai (ใใชใ) 3. [Positif Lampau] ใใพใใ (Mashita) ---> Bentuk-Ta (ใใ) 4. [Negatif Lampau] ใใพใใใงใใ (Masen deshita) ---> Bentuk Nakatta (ใใชใใฃใ)
"Besok aku (akan) pergi ke Tokyo."
"Hari ini aku tidak makan nasi."
"Kemarin aku menonton film."
"Kemarin aku tidak belajar."
Ini yang paling mudah! Untuk kata Sifat-i, Anda HANYA perlu menghapus kata 'ใงใ' (Desu) di belakangnya. Tidak ada yang diubah dari kata sifatnya.
"Kari ini enak."
"Kemarin tidak panas."
Kata Benda dan Sifat-na berbagi aturan yang sama persis. Kata 'Desu' diganti menjadi 'Da', dan seterusnya.
1. ใใงใ (Desu) ---> ใใ (Da) 2. ใใใใใใพใใ (Ja arimasen) ---> ใใใใชใ (Ja nai) 3. ใใงใใ (Deshita) ---> ใใ ใฃใ (Datta) 4. ใใใใใใพใใใงใใ (Ja arimasen deshita) ---> ใใใใชใใฃใ (Ja nakatta)
"Besok libur."
"Tuan Wang bukan guru."
"Kyoto cantik/bersih (waktu itu)."
Dalam percakapan kasual, partikel tanya 'ใ' (Ka) SELALU dibuang. Sebagai gantinya, Anda CUKUP menaikkan intonasi nada di akhir kata. Selain itu, jawaban 'Hai/Iie' diganti menjadi 'Un/Uun'.
Khusus untuk Kata Benda dan Sifat-na, saat Anda bertanya, JANGAN gunakan 'Da' di belakangnya. Cukup sebutkan kata bendanya dengan intonasi naik. Salah: ๆใ ๏ผ (Hima da?) -> Terdengar kasar. Benar: ๆ๏ผ (Hima?) -> (Apakah kamu) senggang?
"Mau minum kopi? (Perhatikan partikel 'o' juga sering dihilangkan di lisan)"
"Iya, mau minum. (Un = Hai)"
"Nggak, nggak minum. (Uun = Iie)"
Dengarkan percakapan santai antara dua sahabat (Tanaka dan Yamada) yang membicarakan rencana akhir pekan.
"[Tanaka] Yamada, hari Minggu besok senggang (nggak)?"
"[Yamada] Iya, senggang. Emang kenapa?"
"[Tanaka] Mau nggak pergi ke Gunung Fuji bareng? (Ikanai? = Ikimasen ka?)"
"[Yamada] Boleh juga (Bagus tuh). Perginya naik apa (Bagaimana perginya)?"