๐
Initializing NihongoRoute
Kuasai cara mengatakan 'Tolong jangan...', 'Harus', dan 'Tidak perlu'. Di bab ini, Anda akan mempelajari perubahan kata kerja Bentuk-Nai yang menjadi fondasi untuk menyatakan kewajiban dan larangan.
bentar / sedikit
pas banget / tepat
makin lama makin...
gimana / kayak apa
kenapa / kok bisa
silakan / monggo
pertama kali
beneran / sungguh-sungguh
berapa (harga/jumlah)
berapa (jumlah benda / umur)
kayak biasanya / tiap saat
pasti (yakin banget)
masih / belum (tergantung konteks)
lagi / sampai jumpa
semua orang / semuanya
ya iyalah / tentu dong
lebih lagi / tambah lagi
sudah / udah (+ positif) / nggak lagi (+ negatif)
kenapa (lebih formal)
segitunya / sebegitu (biasanya diikuti negatif)
Bentuk-Nai adalah bentuk kasual (sehari-hari) dari bentuk negatif '~masen'. Namun di level N5, Bentuk-Nai digunakan sebagai pondasi untuk menempelkan rumus tata bahasa yang menyatakan kewajiban (harus) atau larangan halus (tolong jangan). Mari kita pelajari cara mengubah kata kerja ke Bentuk-Nai berdasarkan golongannya!
[Golongan 3 (Hafalan Mutlak)] โข ใใพใ (Shimasu) -> ใใชใ (Shinai) โข ๆฅใพใ (Kimasu) -> ใใชใ (Konai) -- Hati-hati, bunyinya berubah menjadi 'Ko'! [Golongan 2 (Sangat Mudah)] Cukup hapus 'masu', ganti dengan 'nai'. โข ้ฃในใพใ (Tabemasu) -> ้ฃในใชใ (Tabenai) โข ่ฆใพใ (Mimasu) -> ่ฆใชใ (Minai) [Golongan 1 (Ganti ke Deret A)] Ubah huruf berbunyi 'i' sebelum masu, menjadi huruf berbunyi 'a', lalu tambah 'nai'. โข ๆธใใพใ (Kakimasu / ki) -> ๆธใใชใ (Kakanai / ka) โข ่ชญใฟใพใ (Yomimasu / mi) -> ่ชญใพใชใ (Yomanai / ma) โ ๏ธ PENGECUALIAN G1: Jika sebelum masu adalah huruf 'ใ' (i) mandiri, ia TIDAK berubah menjadi 'a', melainkan menjadi 'ใ' (wa)! โข ่ฒทใใพใ (Kaimasu) -> ่ฒทใใชใ (Kawanai) BUKAN Kaanai. โข ไผใใพใ (Aimasu) -> ไผใใชใ (Awanai).
Di Bab 14 kita menggunakan '~te kudasai' untuk meminta orang melakukan sesuatu. Jika kita ingin meminta orang untuk TIDAK melakukan sesuatu, gunakan Bentuk-Nai dan tambahkan 'ใง ใใ ใใ' (de kudasai).
"Tolong JANGAN mengambil foto di sini. (Torimasu -> Toranai)"
"Tolong JANGAN lupa. (Wasuremasu -> Wasurenai)"
Dalam bahasa Jepang, konsep 'Harus' diungkapkan menggunakan logika negatif ganda (Jika tidak melakukan..., maka tidak boleh/tidak akan menjadi baik). Ubah kata kerja ke Bentuk-Nai, hapus huruf 'i' paling belakang, dan ganti dengan 'ใใใฐ ใชใใพใใ' (kereba narimasen).
"Setiap hari HARUS minum obat. (Nomanai -> Nomanakereba narimasen)"
"Besok HARUS pergi ke rumah sakit. (Ikanai -> Ikanakereba narimasen)"
Pola ini digunakan untuk memberikan pembebasan atau menyatakan bahwa suatu tindakan TIDAK WAJIB dilakukan. Ubah kata kerja ke Bentuk-Nai, hapus huruf 'i', dan ganti dengan 'ใใฆใ ใใใงใ' (kutemo ii desu).
"Besok TIDAK PERLU datang. / Besok tidak datang juga tidak apa-apa. (Kimasu -> Konai -> Konakutemo ii desu)"
"TIDAK PERLU terburu-buru. (Isogimasu -> Isoganai)"
Dengarkan percakapan antara Dokter dan Pasien (Tuan Miller) di rumah sakit.
"[Dokter] Tuan Miller, hari ini tolong JANGAN masuk ke bak mandi (mandi berendam)."
"[Miller] Ya, saya mengerti."
"[Dokter] Lalu, mulai besok Anda HARUS meminum obat."
"[Miller] Apakah besok juga HARUS datang ke rumah sakit?"
"[Dokter] Tidak, (besok) TIDAK USAH datang juga tidak apa-apa."