๐
Initializing NihongoRoute
Berceritalah dengan lebih natural! Di bab ini, Anda akan belajar merangkai urutan kegiatan (melakukan A, lalu B), menyatakan 'setelah', serta cara menyambungkan dua kata sifat untuk mendeskripsikan seseorang.
bentar / sedikit
pas banget / tepat
makin lama makin...
gimana / kayak apa
kenapa / kok bisa
silakan / monggo
pertama kali
beneran / sungguh-sungguh
berapa (harga/jumlah)
berapa (jumlah benda / umur)
kayak biasanya / tiap saat
pasti (yakin banget)
masih / belum (tergantung konteks)
lagi / sampai jumpa
semua orang / semuanya
ya iyalah / tentu dong
lebih lagi / tambah lagi
sudah / udah (+ positif) / nggak lagi (+ negatif)
kenapa (lebih formal)
segitunya / sebegitu (biasanya diikuti negatif)
Coba bayangkan Anda menceritakan rutinitas pagi: 'Saya bangun jam 6. Saya mandi. Saya sarapan. Saya pergi ke kantor.' Terdengar sangat kaku, bukan? Dalam bahasa Jepang, kita bisa menyambung semua kalimat itu menjadi satu kalimat panjang yang natural menggunakan 'Bentuk-Te'.
Saat menyambung beberapa kegiatan, bentuk waktu (Tenses: Masa Kini atau Masa Lampau) HANYA ditentukan oleh kata kerja yang paling TERAKHIR di ujung kalimat. Kata kerja di depan atau di tengah tetap berada dalam Bentuk-Te.
Untuk menyebutkan beberapa kegiatan yang dilakukan secara berurutan, ubah semua kata kerja menjadi Bentuk-Te, kecuali kata kerja yang paling akhir. Polanya: [V1-ใฆ]ใ[V2-ใฆ]ใ[V3-ใพใ / ใพใใ].
"Pagi bangun jam 6, (lalu) mandi shower, (lalu) pergi ke kantor."
"Kemarin pergi ke Kobe, menonton film, (lalu) minum teh. (Karena 'kemarin', ujung kalimatnya ~mashita)."
Jika Anda ingin benar-benar menegaskan bahwa kegiatan kedua BARU DILAKUKAN SETELAH kegiatan pertama selesai sepenuhnya, gunakan pola: [V1-ใฆ] ใใใ[V2].
"SETELAH makan malam, saya menonton TV."
"Setelah pekerjaan selesai, saya pergi minum-minum."
Tidak hanya kata kerja, Anda juga bisa menyambungkan sifat seseorang atau suatu benda (Contoh: Pintar DAN ramah). Aturannya bergantung pada kelompok katanya!
โข Kata Sifat-i: Hapus huruf 'i' (ใ) di belakang, lalu ganti menjadi ใใฆ (Kute). (Contoh: ๅคงใใ -> ๅคงใใใฆ) โข Kata Sifat-na: Hapus huruf 'na', lalu ganti menjadi ใง (De). (Contoh: ใใใใช -> ใใใใง) โข Kata Benda: Langsung tambahkan ใง (De) di belakangnya. (Contoh: ๅญฆ็ -> ๅญฆ็ใง)
"Apel ini besar, DAN enak. (Ookii -> Ookikute)"
"Karina cantik, DAN ramah. (Kirei -> Kirei de)"
"Ari adalah orang Indonesia, DAN seorang mahasiswa asing."
Kata sifat 'ใใ' (Bagus/Baik) selalu kembali ke akar katanya (Yoi). Jika disambung, bentuknya WAJIB menjadi ใใใฆ (Yokute).
Saat mendeskripsikan ciri-ciri fisik seseorang atau benda (seperti rambut, mata, hidung), gunakan pola: [Subjek] ใฏ [Bagian Tubuh] ใ [Kata Sifat] ใงใ.
"Maria rambutnya panjang. (Bukan: Maria no kami wa nagai desu)"
"Kucing itu matanya biru."
Dengarkan percakapan antara Yamada dan Miller saat sedang menjemput seseorang di bandara.
"[Yamada] Tuan Wang itu orangnya yang mana?"
"[Miller] Orang yang itu. Orang yang badannya tinggi, DAN rambutnya hitam."
"[Yamada] Oh, saya mengerti (sudah melihatnya)."