๐
Initializing NihongoRoute
Kuasai cara memperkenalkan diri layaknya penutur asli. Di bab ini Anda akan belajar pola kalimat positif, negatif, pertanyaan, hingga penggunaan partikel Mo dan No secara mendalam.
anu... / hmm... (kata pengisi)
makasih / halo (kasual serba guna)
iya / ya (lebih sopan dari ใใ)
ya / iya / hadir
tidak / bukan
tolong (minta/lakukan)
kalau begitu / nah
tapi / tapi ya
bahasa Inggris
orang asing
pelajar / mahasiswa
orang / manusia
dokter
guru / dokter / sensei
saya / aku
kamu / Anda
siapa
seseorang
apa
satu
dua
tiga
empat (bacaan Sino-Jepang)
lima
enam
tujuh (bacaan Sino-Jepang)
delapan
sepuluh
seratus (100)
seribu (1.000)
sepuluh ribu (10.000)
hari ini
besok
Bahasa Jepang memiliki struktur kalimat yang sangat unik jika dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Jika dalam bahasa Indonesia kita menggunakan struktur S-P-O (Subjek - Predikat - Objek), bahasa Jepang menggunakan struktur S-O-P. Artinya, kata kerja atau kata penutup selalu berada di akhir kalimat! Pada bab ini, kita akan fokus pada kalimat nominal (tanpa kata kerja aksi).
1. Hindari kata 'Anata' (Kamu/Anda): Orang Jepang sangat jarang menggunakan kata ini karena bisa terdengar merendahkan atau terlalu intim. Lebih baik sebut langsung nama lawan bicara ditambah akhiran '-san' (Contoh: Yamada-san). 2. Aturan 'Sensei': Anda TIDAK BOLEH menyebut diri sendiri sebagai 'Sensei' (walaupun Anda seorang guru). 'Sensei' adalah gelar kehormatan murni untuk orang lain.
Ini adalah pola dasar paling penting. Partikel ใฏ berfungsi untuk menandai TOPIK yang sedang dibicarakan. Sementara itu, ใงใ (Desu) diletakkan di akhir kalimat untuk memberikan kesan sopan (formal) sekaligus menyatakan bahwa kalimat tersebut adalah sebuah pernyataan positif/fakta.
Partikel ini ditulis menggunakan huruf Hiragana 'Ha' (ใฏ), namun secara tata bahasa, huruf ini WAJIB dibaca 'Wa'.
"Saya adalah pelajar."
"Saudari Maria adalah dokter."
"Tuan Wang adalah orang Inggris."
Untuk mengubah pernyataan positif menjadi negatif (BUKAN), Anda hanya perlu mengganti kata 'ใงใ' di akhir kalimat menjadi 'ใใใใใพใใ' (ja arimasen). Dalam situasi pidato resmi atau tulisan formal, orang Jepang sering menggunakan 'ใงใฏใใใพใใ' (dewa arimasen).
"Saya bukan guru."
"Bapak Santos bukan pegawai perusahaan."
Sangat mudah! Untuk membuat kalimat tanya, tambahkan saja partikel 'ใ' (Ka) di ujung kalimat positif. Intonasi suara biasanya akan sedikit naik di akhir kalimat. Pertanyaan ini bisa dijawab dengan 'ใฏใ' (Hai - Ya) atau 'ใใใ' (Iie - Tidak/Bukan).
"Apakah Saudara Ari seorang pelajar?"
"Ya, saya pelajar. (Jawaban Positif)"
"Bukan, saya bukan pelajar. (Jawaban Negatif)"
Jika Anda ingin bertanya 'Siapa', gunakan kata tanya ่ชฐ (Dare) atau bentuk yang lebih sopan ใฉใชใ (Donata).
"Orang itu siapa?"
Ketika hal yang Anda bicarakan memiliki status yang SAMA dengan subjek sebelumnya, gantilah partikel 'Wa' menjadi 'Mo' (yang berarti 'Juga' atau 'Pun').
"Saya adalah insinyur. Bapak Gupta JUGA insinyur."
Partikel ใฎ (No) berfungsi untuk menyambungkan dua kata benda. Sederhananya, ini digunakan untuk menyatakan kepemilikan, atau menerangkan perusahaan/institusi tempat seseorang berasal. Polanya: [Pemilik/Asal] ใฎ [Barang/Orang].
"Saya adalah karyawan (dari) perusahaan IMC."
"Ini adalah kamus (milik) saya."
Simak dan dengarkan baik-baik percakapan perkenalan diri antara Ari (Siswa baru) dan Sato (Guru bahasa Jepang) di bawah ini. Klik tombol suara di sebelah kanan untuk melatih pendengaran Anda!