๐
Initializing NihongoRoute
Di bab ini, Anda akan belajar menyatakan keadaan dari sesuatu yang sengaja dilakukan oleh seseorang (~te arimasu), serta bagaimana menyatakan tindakan persiapan untuk masa depan (~te okimasu).
sekolah
supermarket
stasiun (kereta)
pesawat terbang
kapal
kereta listrik / kereta api
kereta bawah tanah / MRT
kereta cepat Jepang
bus
taksi
sepeda
orang / manusia
teman / sahabat
dia (laki-laki) / pacar (laki-laki)
dia (perempuan)
keluarga
minggu lalu
minggu ini
minggu depan
bulan lalu
bulan ini
bulan depan
tahun lalu
tahun ini
tahun depan
hari ulang tahun
Di Bab 4, kita belajar 'Mado ga aite imasu' (Jendelanya terbuka - keadaan alami/intransitif). Nah, bagaimana jika jendela itu SENGAJA dibuka oleh seseorang karena panas, dan kita melihat hasil pekerjaan orang tersebut? Di situlah kita menggunakan pola Kata Kerja Transitif (Tadoushi) ditambah '~te arimasu'.
Pola ini dibentuk dari: [Kata Benda] ใ [Kata Kerja Transitif bentuk-Te] + ใใใพใ. Maknanya adalah seseorang telah melakukan suatu tindakan pada benda tersebut di masa lalu, dan hasil dari tindakan itu masih tersisa/terlihat sampai sekarang.
Meskipun kita menggunakan Kata Kerja Transitif (seperti Akemasu, Kakimasu, Okimasu) yang biasanya memakai partikel ใ (o), dalam pola '~te arimasu', partikelnya WAJIB diubah menjadi ใ (ga) atau ใฏ (wa). Hal ini karena kita sedang mendeskripsikan 'keadaan' benda tersebut, bukan aksi manusianya.
"Kalender digantungkan di dinding. (Ada seseorang yang sengaja menggantungnya)"
"Kamus diletakkan di atas meja. (Sengaja ditaruh di sana)"
"Jadwal hari ini (telah) ditulis di papan tulis."
Pola '~te okimasu' memiliki tiga fungsi utama dalam kehidupan sehari-hari orang Jepang:
1. Persiapan: Melakukan sesuatu sebelum hal lain terjadi (in advance).
2. Tindakan sementara: Menyelesaikan sesuatu sebagai langkah sementara setelah sebuah aktivitas selesai.
3. Membiarkan: Membiarkan sesuatu tetap dalam kondisinya yang sekarang.
"Sebelum jalan-jalan, saya (mempersiapkan) memesan hotel terlebih dahulu. [Persiapan]"
"Jika pestanya sudah selesai, saya akan membereskan ruangannya (sebagai penyelesaian). [Tindakan sementara]"
"Karena masih dipakai, tolong biarkan saja seperti itu. [Membiarkan kondisinya]"
Ari dan Sato sedang mempersiapkan ruang rapat untuk pertemuan besar besok pagi.
"[Ari] Bapak Sato, apakah persiapan rapat besok sudah selesai?"
"[Sato] Sudah. Kursi dan mejanya sudah (sengaja) dibariskan."
"[Ari] Untuk dokumennya bagaimana?"
"[Sato] Karena saya akan memfotokopinya (sebagai persiapan), tolong biarkan saja diletakkan di atas meja."