๐
Initializing NihongoRoute
Di bab ini, Anda akan belajar menyatakan waktu spesifik suatu kejadian (baru akan mulai, sedang berlangsung, atau baru saja selesai) menggunakan pola ~tokoro desu. Anda juga akan belajar bedanya dengan ~bakari desu dan menyatakan kepastian dengan ~hazu desu.
seperti itu (digunakan untuk sesuatu atau seseorang yang jauh dari pembicara dan pendengar)
tidak sama sekali (kata kerja negatif)
cukup besar
menabuh gendang (berisik)
jelas
sangat
selalu
tidak pernah
Tentu saja
dengan cara ini (digunakan untuk sesuatu atau seseorang yang dekat dengan pembicara)
jika
cukup
sebisa mungkin
untuk menghubungi
sebentar
erat (memegang)
sampai tingkat itu
perlahan
jadi
semua
Dalam bahasa Indonesia, kita sering berkata 'Saya baru mau makan', 'Saya pas lagi makan', atau 'Saya baru saja selesai makan'. Di bahasa Jepang, ketiga rentang waktu yang sangat singkat ini bisa diekspresikan dengan satu kata kunci, yaitu 'Tokoro' (ใจใใ). Artinya akan berubah drastis tergantung dari bentuk kata kerja di depannya.
Jika 'tokoro' didahului oleh Kata Kerja Bentuk Kamus (Jishokei), maknanya adalah aksi tersebut BARU SAJA AKAN DIMULAI pada detik ini. Biasanya diiringi dengan kata 'Korekara' (Mulai sekarang).
"Apakah rapatnya sudah dimulai?"
"Belum, mulai sekarang baru akan dimulai."
"Tepat mulai sekarang saya baru akan berangkat."
Jika didahului oleh bentuk '~te iru', maknanya menekankan bahwa pada detik ini juga, aksi tersebut SEDANG BERLANGSUNG/DILAKUKAN. Sering diiringi dengan kata 'Ima' (Sekarang).
"Sekarang (saya) sedang memfotokopi dokumen."
"Sekarang (saya) sedang membereskan kamar."
"Saat ini kami sedang menyelidiki penyebab kerusakannya."
Jika didahului oleh Kata Kerja Bentuk Lampau (Ta-form), maknanya adalah aksi tersebut BARU SAJA SELESAI beberapa detik atau menit yang lalu. Sering diiringi kata 'Tatta ima' (Baru saja).
"Baru saja busnya berangkat. (Masih terlihat busnya pergi)"
"Saya baru saja tiba di stasiun."
"Baru saja pekerjaannya selesai."
Bedakan dengan '~ta tokoro desu'! Pola '~ta bakari desu' juga berarti 'Baru saja', TAPI ini berdasarkan PERASAAN pembicara. Kejadiannya bisa jadi sudah terjadi minggu lalu atau bulan lalu, namun pembicara merasa itu baru sebentar.
"Bulan lalu saya baru saja masuk ke perusahaan ini. (Pakai bakari, bukan tokoro)"
"Tadi saya baru saja makan nasi."
"Padahal laptop ini baru saja dibeli minggu lalu, (tapi) sudah rusak."
Pola ini digunakan untuk menyatakan kepastian atau ekspektasi yang kuat berdasarkan data logis atau fakta.
Aturan penggabungan:
โข Kata Kerja / Sifat-i: Bentuk Biasa + ใฏใใงใ
โข Kata Sifat-na: + ใช ใฏใใงใ
โข Kata Benda: + ใฎ ใฏใใงใ
"Saudari Suzuki PASTI pintar bahasa Inggris. (Fakta: Dia lama tinggal di Amerika)"
"Barangnya SEHARUSNYA/PASTI tiba besok."
"Karena hari ini Minggu, bank SEHARUSNYA libur."
Sato menelepon Ari untuk mengajaknya makan siang bersama.
"[Sato] Halo, Saudara Ari? Maukah pergi makan siang mulai sekarang?"
"[Ari] Maaf, saya baru saja (detik ini) selesai makan."
"[Sato] Begitu ya. Kalau begitu, lain kali saja."
"[Ari] Iya, maaf ya."