๐
Initializing NihongoRoute
Di bab ini, Anda akan mempelajari cara mengubah kata kerja menjadi 'Bentuk Potensial' untuk menyatakan kemampuan, membedakan persepsi indra (terlihat/terdengar), dan menyatakan batasan menggunakan pola 'shika'.
ini (dekat pembicara)
itu (dekat pendengar)
itu (jauh dari keduanya)
ini (yang ada di sini)
itu (yang di sana, dekat lawan bicara)
itu (jauh dari keduanya)
buku
kamus
majalah
koran / surat kabar
buku catatan / notebook
buku catatan saku / agenda
kartu nama
kartu
pensil
pulpen / ballpoint
jam / arloji
payung
tas
televisi / TV
radio
kamera
mobil / kendaraan beroda
meja belajar / meja kerja
kursi
Pada level N5, Anda sudah belajar menyatakan kemampuan menggunakan pola kamus + ใใจใใงใใพใ (koto ga dekimasu). Walaupun pola tersebut benar dan sangat sopan, orang Jepang jarang menggunakannya dalam percakapan santai sehari-hari karena terlalu panjang. Di sinilah 'Bentuk Potensial' (ๅฏ่ฝๅฝข - Kanou-kei) berperan penting.
Aturan emas: Saat sebuah kata kerja diubah menjadi bentuk potensial, partikel penanda objek ใ (o) UMUMNYA berubah menjadi ใ (ga). Namun, partikel penunjuk arah/tempat seperti ใซ (ni), ใธ (e), dan ใง (de) TIDAK berubah.
Bentuk potensial mengubah kata kerja menjadi berarti 'bisa melakukan'. Semua kata kerja potensial berakhiran '-emasu' atau '-aremasu', yang berarti mereka berubah status menjadi kata kerja Grup 2! Berikut cara mengubahnya:
Ubah bunyi vokal 'i' sebelum ~masu menjadi bunyi vokal 'e'. โข ๆธใใพใ (Kakimasu) -> ๆธใใพใ (Kakemasu = Bisa menulis) โข ้ฃฒใฟใพใ (Nomimasu) -> ้ฃฒใใพใ (Nomemasu = Bisa minum) โข ่ฒทใใพใ (Kaimasu) -> ่ฒทใใพใ (Kaemasu = Bisa membeli)
Ubah ~masu menjadi ~raremasu. โข ้ฃในใพใ (Tabemasu) -> ้ฃในใใใพใ (Taberaremasu = Bisa makan) โข ่ฆใพใ (Mimasu) -> ่ฆใใใพใ (Miraremasu = Bisa melihat) โข ่ตทใใพใ (Okimasu) -> ่ตทใใใใพใ (Okiraremasu = Bisa bangun)
Hanya ada dua kata: โข ๆฅใพใ (Kimasu) -> ๆฅใใใพใ (Koraremasu = Bisa datang) โข ใใพใ (Shimasu) -> ใงใใพใ (Dekimasu = Bisa melakukan)
"Saya bisa berbicara bahasa Jepang."
"Apakah (Anda) bisa pergi ke rumah sakit sendirian?"
"Saya bisa makan sashimi."
"Besok, saya bisa datang ke sini."
Ini adalah poin yang sangat sering menjebak peserta ujian JLPT. Keduanya berarti 'bisa melihat', namun konteksnya 180 derajat berbeda.
โข ่ฆใใพใ (Miemasu): Digunakan saat sebuah objek terlihat dengan sendirinya (otomatis) karena masuk ke jarak pandang mata, tanpa memerlukan niat khusus.
โข ่ฆใใใพใ (Miraremasu): Digunakan saat subjek memiliki kemampuan, alat, atau 'kesempatan/izin' untuk menonton/melihat sesuatu secara sengaja.
"Gunung Fuji terlihat dari Shinkansen. (Otomatis masuk mata)"
"Di Shinjuku kita bisa menonton film baru. (Ada bioskop/fasilitasnya)"
"Terdengar suara dari kamar sebelah. (Otomatis terdengar)"
"Bisa mendengarkan musik menggunakan HP. (Fungsi/fasilitas)"
Di N5, Anda mengenal 'Dekimasu' sebagai 'Bisa'. Di bab ini, ใงใใพใ (Dekimasu) memiliki makna baru, yaitu 'Selesai dibuat', 'Terbangun', atau 'Rampung'. Digunakan untuk benda yang baru saja selesai diproses.
"Telah selesai dibangun supermarket besar di depan stasiun."
"Makan malamnya sudah siap (selesai dimasak) lho."
"Perbaikan jam tangannya sudah selesai."
Partikel ใใ (shika) berarti 'hanya'. Lho, lalu apa bedanya dengan ใ ใ (dake) yang juga berarti 'hanya'?
1. Dake: Netral. Bisa diikuti kalimat positif. (Contoh: 100ๅใ ใ ใใใพใ - Ada tepat 100 yen). 2. Shika: Selalu diikuti kalimat NEGATIF. Memberikan nuansa perasaan 'terlalu sedikit', 'tidak cukup', atau 'keterbatasan'. (Contoh: 100ๅใใ ใใใพใใ - Cuma ada 100 yen / kurang nih).
"Saya HANYA bisa menulis romaji. (Tidak bisa huruf lain)"
"Hanya ada 500 yen. (Uangnya kurang)"
"Saya hanya mengerti bahasa Inggris."
Di sebuah pesta, Sato melihat Ari sedang melihat-lihat sebuah gitar yang ada di sudut ruangan.
"[Sato] Saudara Ari, apakah kamu bisa bermain gitar?"
"[Ari] Ya, bisa sedikit. Tetapi kalau piano saya tidak bisa."
"[Sato] Hebat ya. Kamu belajar di mana?"
"[Ari] Saya belajar sendiri. Saya hanya membaca buku saja (tidak ikut kursus)."