๐
Initializing NihongoRoute
Di bab ini, Anda akan belajar cara menyatakan sebab-akibat menggunakan bentuk ~te untuk perasaan, partikel ~de untuk kejadian/bencana, serta pola ~node untuk memberikan alasan secara lebih halus dan objektif.
seperti itu (digunakan untuk sesuatu atau seseorang yang jauh dari pembicara dan pendengar)
tidak sama sekali (kata kerja negatif)
cukup besar
menabuh gendang (berisik)
jelas
sangat
selalu
tidak pernah
Tentu saja
dengan cara ini (digunakan untuk sesuatu atau seseorang yang dekat dengan pembicara)
jika
cukup
sebisa mungkin
untuk menghubungi
sebentar
erat (memegang)
sampai tingkat itu
perlahan
jadi
semua
Pada level N5, kita menggunakan '~kara' untuk menyatakan 'karena'. Meskipun benar, '~kara' terkadang terdengar terlalu subjektif atau sedikit memaksa. Orang Jepang sangat menyukai keharmonisan, sehingga mereka sering menggunakan bentuk-Te atau pola '~node' untuk menyampaikan alasan dengan cara yang jauh lebih halus, logis, dan sopan, terutama saat meminta maaf atau meminta izin.
Kita bisa menggunakan bentuk-Te untuk menunjukkan ALASAN, khususnya yang memicu 'reaksi emosional' (kaget, sedih, senang) atau keadaan yang di luar kendali kita.
โข Kata Kerja: Bentuk-te (ใใฆ) atau Negatif ~nakute (ใใชใใฆ)
โข Kata Sifat-i: ~kute (ใใใฆ)
โข Kata Sifat-na / Benda: ~de (ใใง)
Pola ini TIDAK BOLEH diikuti oleh kalimat ajakan, perintah, atau kemauan di belakangnya. (Salah: Atsukute, eakon o tsukete kudasai -> Harus pakai ~kara/~node).
"Mendengar berita itu, saya terkejut. (Alasan: mendengar berita, Akibat emosi: terkejut)"
"Karena tidak bisa bertemu keluarga, saya merasa kesepian."
"Karena ceritanya rumit (Kata Sifat-na), saya tidak begitu paham."
Partikel ใง (de) di sini tidak berarti 'di' atau 'dengan menggunakan', melainkan 'KARENA'. Pola ini khusus diletakkan setelah Kata Benda yang berupa kejadian, musibah, atau fenomena alam (seperti kecelakaan, gempa bumi, penyakit, dll).
"KARENA kecelakaan, busnya terlambat."
"KARENA salju, shinkansen berhenti."
"KARENA penyakit (sakit), saya libur dari perusahaan."
Pola '~node' adalah cara yang paling sopan dan objektif untuk menyatakan 'Karena'. Sangat disarankan dipakai saat Anda berbicara dengan atasan, meminta izin, atau meminta maaf. Berbeda dengan bentuk-Te, '~node' BOLEH diikuti oleh kalimat permohonan.
Gunakan bentuk Biasa (Futsuukei) sebelum '~node'. PENTING: Untuk Kata Benda dan Kata Sifat-na, JANGAN gunakan 'da', melainkan ubah menjadi 'ใช' (na). (Contoh: Ame da node -> Salah | Ame na node -> Benar).
"Karena (saya) merasa tidak enak badan, bolehkah saya pulang? (Permohonan izin yang halus)"
"Karena saya tidak mengerti bahasa Jepang, tolong bicara menggunakan bahasa Inggris."
"Karena hari ini adalah hari Minggu, bank libur. (Nichiyoubi adalah kata benda, jadi pakai 'na node')"
Ari datang terlambat ke kantor. Ia menjelaskan alasannya kepada Sato dan meminta izin.
"[Sato] Saudara Ari, terlambat ya. Ada apa?"
"[Ari] Maaf. Karena kecelakaan, busnya (jadi) terlambat."
"[Sato] Begitu ya. Pasti merepotkan/melelahkan ya."
"[Ari] Iya. Karena saya sedikit kelelahan, bolehkah hari ini saya pulang lebih cepat?"