๐
Initializing NihongoRoute
Di bab ini, Anda akan belajar cara mengubah kata kerja menjadi kata benda dengan menambahkan partikel 'no'. Ini memungkinkan Anda untuk menjelaskan sifat suatu kegiatan, menyatakan hobi, atau mengatakan bahwa Anda lupa melakukan sesuatu.
seperti itu (digunakan untuk sesuatu atau seseorang yang jauh dari pembicara dan pendengar)
tidak sama sekali (kata kerja negatif)
cukup besar
menabuh gendang (berisik)
jelas
sangat
selalu
tidak pernah
Tentu saja
dengan cara ini (digunakan untuk sesuatu atau seseorang yang dekat dengan pembicara)
jika
cukup
sebisa mungkin
untuk menghubungi
sebentar
erat (memegang)
sampai tingkat itu
perlahan
jadi
semua
Dalam bahasa Jepang, kita tidak bisa langsung menempelkan kata sifat setelah kata kerja. Misalnya, Anda tidak bisa bilang 'Membaca menyenangkan' (Yomu tanoshii -> Salah). Anda harus mengubah 'membaca' menjadi kata benda terlebih dahulu dengan menambahkan huruf ใฎ (no). Bentuknya menjadi: 'Yomu no wa tanoshii desu'.
Pola ini digunakan untuk memberikan penilaian atau pendapat terhadap suatu aksi/kegiatan. Kata sifat yang sering muncul adalah: ใใใใใ (sulit), ใใใใ (mudah), ใใใใใ (menarik), ใใฎใใ (menyenangkan), dan ใใใ[ใช] (berbahaya).
Polanya: [Kata Kerja Bentuk Kamus] + ใฎใฏ + Kata Sifat + ใงใใ
"Bermain tenis itu menarik."
"Membaca kanji itu sulit, tetapi menarik."
"Pergi ke rumah sakit sendirian itu (terasa) kesepian."
Pola ini digunakan untuk menyatakan preferensi (kesukaan/ketidaksukaan) dan kemampuan (pintar/buruk) seseorang terhadap suatu kegiatan. Kata sifat yang digunakan biasanya: ใใ (suka), ใใใ (benci), ใใใใ (pintar), ใธใ (payah/buruk), ใฏใใ (cepat), dan ใใใ (lambat).
Polanya: [Kata Kerja Bentuk Kamus] + ใฎใ + Kata Sifat + ใงใใ
"Saya suka menanam/merawat bunga."
"Saudara Ari pandai menggambar (lukisan)."
"Saya lambat bangun pagi. (Sering bangun kesiangan)"
Pola ini digunakan saat Anda lupa bahwa Anda harus melakukan suatu kegiatan. Kegiatan tersebut diubah menjadi benda dengan 'no', lalu menjadi objek dari kata kerja 'wasuremashita' (lupa).
"Saya lupa minum obat."
"Saya lupa menutup jendela mobil."
"Tolong jangan lupa menulis nama pada laporannya."
Pola ini digunakan untuk menanyakan apakah lawan bicara mengetahui sebuah fakta/kejadian. Bentuk kata kerjanya disesuaikan dengan waktunya (Kamus / Lampau).
"Apakah Anda tahu bahwa Saudari Suzuki sudah menikah? (Menggunakan bentuk lampau 'shita' karena sudah terjadi)"
"Apakah Anda (sebelumnya) tahu bahwa minggu depan ada ujian?"
Ari dan Sato sedang berbincang tentang hobi dan keluarga.
"[Ari] Bapak Sato, akhir pekan biasanya selalu melakukan apa?"
"[Sato] Karena saya suka bermain dengan anak, saya sering pergi ke taman."
"[Ari] Begitu ya. Oh ya, apakah Anda (sudah) tahu bahwa istri Bapak Sato masuk rumah sakit? (Ari mengira Sato orang lain atau kerabat)"
"[Sato] Eh, istri saya? Tidak, saya tidak tahu. (Menjawab dengan 'shirimasen deshita' karena baru tahu sekarang)."