๐
Initializing NihongoRoute
Di bab ini, Anda akan belajar cara membuat kalimat pasif (di-). Bahasa Jepang memiliki keunikan di mana kalimat pasif sangat sering digunakan untuk menyatakan bahwa subjek merasa dirugikan atau direpotkan oleh perbuatan orang lain.
seperti itu (digunakan untuk sesuatu atau seseorang yang jauh dari pembicara dan pendengar)
tidak sama sekali (kata kerja negatif)
cukup besar
menabuh gendang (berisik)
jelas
sangat
selalu
tidak pernah
Tentu saja
dengan cara ini (digunakan untuk sesuatu atau seseorang yang dekat dengan pembicara)
jika
cukup
sebisa mungkin
untuk menghubungi
sebentar
erat (memegang)
sampai tingkat itu
perlahan
jadi
semua
Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal kalimat pasif seperti 'Kue dimakan Budi'. Di Jepang, konsep ini dibagi menjadi beberapa jenis. Ada pasif yang bermakna netral/positif (seperti 'Dipuji guru'), ada pasif untuk benda/fakta sejarah (seperti 'Ditemukan tahun 1990'), dan yang paling unik: Pasif Penderitaan, di mana kita merasa direpotkan (seperti 'Kaki saya diinjak orang').
Kata kerja pasif akan selalu berakhiran '-remasu' (Grup 2). Aturannya: โข Grup 1: Ubah vokal 'i' (sebelum masu) menjadi vokal 'a', lalu tambah 'remasu'. (Kaki-masu -> Kaka-remasu | Fumi-masu -> Fuma-remasu). *Khusus akhiran 'i', berubah menjadi 'wa'. (Kai-masu -> Kawa-remasu). โข Grup 2: Hapus 'masu', tambah 'raremasu'. (Home-masu -> Homera-remasu) โข Grup 3: Kimasu -> Koraremasu | Shimasu -> Saremasu
"(Saya) dipuji oleh guru. (Homeru -> Homerareru)"
"(Saya) dimarahi oleh ibu. (Shikaru -> Shikarareru)"
"(Saya) diajak ke bioskop oleh teman. (Sasou -> Sasowareru)"
Pola ini digunakan ketika seseorang melakukan sesuatu pada 'barang milik kita' atau 'bagian tubuh kita', dan kita merasa DIRUGIKAN atau KESAL karena tindakan tersebut.
Polanya: [Subjek Korban] ใฏ [Pelaku] ใซ [Barang Korban] ใ [Kata Kerja Pasif].
"Komputer saya dirusak oleh adik laki-laki. (Saya merasa kesal/rugi)"
"Kaki saya diinjak oleh orang tak dikenal di kereta. (Saya kesakitan/direpotkan)"
"Sepeda saya dicuri oleh pencuri. (Subjek 'Saya' biasanya dihilangkan karena sudah jelas)"
Ketika kita membicarakan sebuah benda atau peristiwa (seperti penemuan, gedung, karya seni, atau rapat), pelaku aslinya sering kali tidak penting. Dalam hal ini, BENDA tersebut menjadi topik utama. Pola ini sangat mirip dengan kalimat pasif umum di bahasa Indonesia.
"Ruang rapat ini sering digunakan."
"Telepon ditemukan oleh Bell. (Untuk karya ciptaan, partikel 'ni' diganti dengan 'ni yotte' = oleh)"
"Tahun depan, rapat besar akan diselenggarakan di Tokyo."
Ari datang ke kantor dengan wajah lemas dan pakaian yang sedikit kotor. Sato menyadari hal itu.
"[Sato] Saudara Ari, ada apa? Pakaian Anda kotor lho."
"[Ari] Tadi pagi, di stasiun saya didorong oleh orang di belakang saya."
"[Sato] Terus, (Anda) terjatuh?"
"[Ari] Iya. Tambahan lagi, kaki saya juga diinjak. Sial sekali."